Dua Ransel – Backpacker Penjelajah Dunia


“Dua Ransel” Backpacker Penjelajah Dunia

New ZealandTravelling belakangan ini sudah menjadi bagian dari lifestyle sebagian besar orang, bahkan menjadi kebutuhan khusus untuk melepaskan penat dengan melihat/mengunjungi tempat-tempat yang indah. Namun seiring perkembangan jaman ternyata jenis travelling semakin beragam. Mulai dari yang sekedar piknik biasa, menjadi turis, flashpacker (experience oriented), backpacker (budget oriented), dll. Nah, kali ini saya ingin berbagi cerita tentang teman saya sepasang suami istri Dina & Ryan yang sudah berkeliling dunia dengan cara unik, perpaduan antara backpacker & flashpacker. Dan gara-gara mereka, konsep travelling saya berubah menjadi lebih visioner (tsaaahhh yang pegimane coba maksutnyah? hehe). Karena nggak bisa ketemuan waktu di Jogja, berikut hasil obrolan by phone saya dengan mbak Dina “duaransel.com” ketika dia pulang ke Surabaya, Indonesia. Cekidot !!

Fhm      : Akhirnya pulang juga ke kampung halaman, welcome home

Dina      : Iya, thank you. Kebetulan ada acara keluarga mendadak, jadi harus pulang.

Fhm      : So? What do you think about Surabaya now?

Dina      : Hmm sudah banyak perubahan ya, Ryan sampai heran liat motor satu dianikin banyak orang hehe

Fhm      : Cerita dong, gimana kalian bisa ketemu & kemudian menikah, secara beda negara

Dina      : Hehe dulu waktu kuliah di Kimia murni ITB, di tahun kedua aku dapat beasiswa, study 1 tahun Jepang. Disana bertemu dengan peserta dari negara-negara lain termasuk Ryan dari Canada. Lanjut deh sampai sekarang.

Fhm      : Haha cinlok dong? Terus gimana ceritanya anak Kimia murni yang calon ilmuwan bisa jadi backpacker keliling dunia?

Dina      : Awalnya setelah selesai kuliah aku ikut suamiku Ryan, kita tinggal di kota London, Canada. Sempat bekerja sesuai bidang keahlianku, kima. Namun kebetulan karena emang suka travelling, tahun 2009 kita memutuskan untuk menutup sewaan apartemen di Canada. Berbekal dua backpack dan pakaian yang dikenakan, kami berangkat.

Fhm      : Keputusan yang lumayan ekstrim ya, secara sebagian besar orang memilih untuk membangun kemapanan, kamu memilih untuk membangun impian & memperkaya pengalaman. Mantab

Dina      : Yup, life is all about choices.

Fhm      : Tanggapan keluarga atas keputusan itu?

Dina      : Awalnya mereka kaget sih, tapi sekarang mendukung 🙂

Fhm      : So, sampai sekarang sudah berapa negara yang dikunjungi?

Dina      : Susah ngitungnya, soalnya ada wilayah yang memiliki otoritas sendiri, padahal masih masuk dalam sebuah negara. Jadiiii kira-kira 38-47 an negara lah…

Fhm      : Sebenernya kalian itu tipe traveler yang seperti apa?

Dina      : Kita bukan tipe yang suka merencanakan ini itu sebelum berangkat. Lebih senang menjalani apa yang kita temui & rasakan di tempat yang baru. Enjoy

Santorini & Honduras

Fhm      : Pengalaman paling berkesan?

Dina      : Mmm waktu aku di kawasan Amerika Tengah, (niatnya) main paddleboarding sambil liat sunset di Honduras, tapi karena kecapekan dan faktor angin aku terseret arus laut sampai jauuuh ke tengah. Proses penyelamatan oleh pemandu pun sangat dramatis waktu itu. Seru deh pokoknya hehehee

http://www.duaransel.com/amerika/honduras/petualangan-amerika-tengah-paddleboarding-dari-honduras-ke-belize/

Fhm      : Waah udah masalah nyawa itu mah, hehe makanya lain kali ati-ati

Dina      : Haha pastinya

UAE

Fhm      : Btw kalian gabung di komunitas couchsurfing / hospitality club gitu?

Dina      : Kita gabung, tapi jarang aktif. Hanya seperlunya saja

Fhm      : Pastinya ngerasain kuliner khas tiap-tiap negara kan? Ada cerita seru?

Dina      : Lebih tepatnya makanan paling nggak enak yang pernah kita coba. Waktu di kota San Diego, Mexico. Kita makan di restoran gitu, disuguhin kulit babi dimasak apa nggak tau, tapi warnanya ijo. Aneh rasanya

Fhm      : Hueek ga bisa bayangin gimana rasanya. Kalo pengalaman yang menakutkan?

Dina      : Di daerah Lisbon, Portugal, kita lewat gang sempit gitu, trus ada orang ngikutin di belakang kita gitu sambil bawa pisau kecil. Akhirnya kita jalaan terus dan cari spot yang agak ramai. Selamat deh. Takutnya kalau mereka sampai merampas barang-barang kita. Pokonya kalau travelling jangan terlalu mencolok deh.

Fhm      : Kalau pengalaman yang paling memacu adrenalin?

Dina      : Waktu jadi Tarzan di Monteverde, Costa Rica. Kita main tarzan swing, nyeberang pake jembatan tali di atas bukit, flying fox dan rappelling dari tempat yang tinggii banget. Jantung kaya mau copot

http://www.duaransel.com/amerika/costa-rica/terbang-bagai-superman-dan-berayun-bagai-tarzan-di-kosta-rika/

Fhm      : Souvenir apa yang dibawa untuk oleh-oleh/koleksi?

Dina      : Karena kita hidup nomadic/berpindah-pindah kita jarang beli oleh-oleh karena repot bawanya. Paling sering beli bendera kecil

Fhm      : Pernah nggak mengalami kendala bahasa?

Dina      : Pernah dong, apalagi waktu kita ke kawasan amerika tengah kayak Honduras, Costa Rica, Panama, mereka pakai bahasa spanyol plus bahasa daerah yang unik.

Fhm      : Selama keliling, kalian bawa backpack kapasitas berapa? Bayangin aja pegel kayanya

Dina      : Tergantung situasi, daypack kita bawa 60 liter, tapi kalau cuma backpack, 45 liter.

Fhm      : Kalau masalah financial, gimana? Kan butuh duit banyak ituh

Dina      : Untungnya si Ryan, kerjaannya bisa digarap dimana aja, asal ada laptop & koneksi internet. Jadi pemasukan bisa ada terus hehe. Selain kita harus hemat tentunya. Kalau masalah pembayaran, kita bisa memanfaatkan credit card.

Fhm      : Bagi tips dong kalau biar bisa jalan-jalan keliling dunia hehehe

Dina      : Hemat itu wajib, sering-sering cek promo airline, hotel dll. Dan yang paling penting, niat yang kuat ! Jangan terlalu banyak perhitungan, nanti malah ga jadi jadi berangkat hehe. Enjoy aja pokoknya. Ini dia tips mendanai travelling jangka panjang:

http://www.duaransel.com/tips-2/travel-tips/10-tips-mendanai-traveling-jangka-panjang/

Fhm      : Ok mbak Dina, have a great time w/ your family ya, kan lama banget ga pulang. Sukses & thanks for sharing your experience with us.

Dina      : Your welcome fahmi, thanks for calling

Marocco, Turkey

Itu sekelumit obrolan saya dengan Mbak Dina, kalau ingin tahu lebih lengkap tentang perjalanan mereka keliling dunia dan berbagai tips menarik tentang travelling, please visit http://www.duaransel.com atau versi inggris-nya di www.vagabondquest.com

contact via twitter @duaransel and @vagabondquest are welcome. she’s such a nice sista’ hehe

Salam Travellous !!

Advertisements

2 thoughts on “Dua Ransel – Backpacker Penjelajah Dunia

    • Thanks, senang bisa berbagi. ini interview pas jaman orang² belum pada heboh fenomena “Dua Ransel” seperti sekarang hehehe. BTW Tourexplora web & paket²nya keren!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s