Uniquely Singapore Trip Part 1


WISATA HEMAT DI SINGAPURA

PART #1

 Changi, Air Asia

Sesuatu yang tidak direncanakan, biasanya malah berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Tetapi seringkali kita merencanakan sesuatu dengan matang, ternyata kenyataan berkata lain. Ya, inilah sebuah kisah liburan yang tidak direncanakan namun berjalan begitu menyenangkan. Berawal dari terbius oleh iklan promo tiket maskapai AA milik Tonny Fernandez yang selalu menghantui hari-hari saya, akhirnya sebuah tiket Jogja-Singapura ada di tangan saya. Dalam hati, apa yang baru saja saya lakukan? Kenapa saya tiba-tiba membeli tiket perjalanan ke luar negeri? Lalu, disana bagaimana? tidur dimana? makan apa? Bahkan ijin cuti kantor pun belum saya ajukan… Hahaha sungguh konyol. Parahnya lagi, saya baru tersadar kalau saya tidak membeli tiket PP, alhasil karena tiket berangkat sudah didapat, mau tidak mau saya harus hunting tiket pulang. Dan jiwa petualang saya pun memutuskan untuk kembali pulang dengan maskapai yang berbeda untuk mengetahui perbedaan pelayanan masing-masing maskapai. Alhamdulillah, saya mendapatkan tiket promo dari sebuah maskapai asing yang bermarkas di Australia. Lumayan…

 Singkat cerita, tanggal 8 Oktober 2011 pukul 05.00 saya sudah berada di dalam Damri, shuttle bus Magelang-Airport Adisucipto karena flight saya pukul 07.35 WIB. Sungguh sangat membantu layanan shuttle bus ini. Setelah cek in dan melewati counter imigrasi, saya pun membaur dengan penumpang lain di boarding room. Rupanya selain para wisatawan, banyak juga para TKW yang akan berangkat bekerja di Singapura. Setelah pesawat siap, kami pun diminta utuk segera memasuki kabin, pramugari cantik berseragam merah menyambut kami dengan ramah. Ternyata saya duduk bersebelahan dengan seorang mbak-mbak TKW asal Temanggung. Selama penerbangan, tanpa diminta dia pun bercerita panjang lebar tentang kisah pilu para TKW. Hati saya sempat menciut mendengarnya, mak gregel istilah jawanya. Dia berangkat ke Singapura untuk mencari rejeki, sedangkan saya? berangkat ke Singapura dengan menghabiskan uang & bersenang-senang. Karena tidak sampai hati, ingin rasanya saya mengetuk pintu kokpit untuk meminta pilot memutar kembali dan mengantarkan saya turun di Jogja dan menunda liburan. Hmm sebuah hal yang tidak mungkin pastinya, emangnya angkot? hehehe

 

Setelah terbang selama +/- 1 jam 45 menit, pesawat pun landing dengan mulus di terminal 1 Changi International Airport. Kesan pertama saya adalah bersih, canggih, rapi dan tertib. Airport ini lebih mirip seperti Mall dengan outlet-outlet super branded, karpet tebal dan berbagai macam fasilitas seperti internet gratis, kursi pijat dan eskalator panjang sehingga tidak melelahkan kaki. Saya langsung ke counter Singapore Visitor Center untuk mendapatkan peta gratis dan informasi yang saya butuhkan. Selanjutnya transfer ke Terminal 2 dengan Sky Train untuk menuju lower ground, Changi MRT Station. Tujuan pertama saya adalah Chinatown!!

 

Berkeliling sejenak di Chinatown, karena jam sudah menunjukkan pukul 12.30 saya bergegas ke Masjid Jamee yang letaknya masih dalam satu kawasan, berniat untuk shalat dhuhur. Sesampainya di masjid masih sepi karena ternyata belum masuk waktu dhuhur. Saya lupa kalau Singapura 1 jam lebih cepat dari WIB. Usai shalat, saya berjalan menyusuri mosque street yang hanya bersebelahan dengan masjid jamee menuju Pillows & Toast Hostel untuk cek in. Ahhh leganya bisa meletakkan ransel ini.

 

Sejenak melepas lelah, sorenya saya kembali menyusuri Chinatown Heritage Center. Beragam pernak-pernik, souvenir dan makanan khas dijajakan disini dengan harga yang murah meriah. Ada kerajinan dari batu giok, kristal, timah, parfum, T-shirt, jam tangan dan masih banyak barang menarik lainnya. Yang paling menarik perhatian adalah promo 10 $ SGD dapat 3 barang. Tapi sebagai seorang backpacker, saya harus bijaksana membelanjakan uang disini. Bisa-bisa habis uang saku padahal baru hari pertama hehe…

O iya, memilih makanan harus jeli dan hati-hati disini. Sebagian besar makanan yang dijual disini tidak halal. Bahkan sempat saya melewati depan sebuah toko penjual makanan, dengan plang bertuliskan “ Piggy Porky” yang mungkin kalau di indonesiakan berarti: “Babi Bangeeeett” hahaha ini makanan paling haram di dunia pikir saya. Untuk memastikan ke-halalannya, tanyakan saja kepada penjualnya, mereka akan jujur kok. Akhirnya karena perut sudah lumayan melilit, saya putuskan untuk ke Maxwell Foodcourt Center yang terletak di ujung jalan. Puluhan kios makanan dan minuman ada disini. Setelah sempat bingung mau makan apa, pilihan pun saya jatuhkan ke KweeTiauw goreng dan Teh Tarik yang saya pesan di kios makanan halal india. Begitu makanan datang, jeng jeeeeng!! Kok bentuknya aneh gini? Saya cicip sesendok… citarasa unik nan eneg yang saya dapatkan. Ya bodohnya saya, pesen makanan chinese kok di warung india. #TepokJidat. Tapi apalah daya, perut sudah tidak bisa diajak kompromi, jadi? Hajaarrrr!!

Tepat di seberang foodcourt, berdiri dengan megah sebuah bangunan ber-arsitektur unik & etnik, itulah Museum dan Kuil Buddha terbesar di Singapura. Setelah foto-foto dan berkeliling, saya beranjak ke bangunan yang tak kalah unik di blok sebelah. Sri Mariamman Temple, sebuah kuil hindu india yang penuh dengan patung dewa-dewi berwarna warni dan sesaji persembahan. Bau dupa terasa menyengat disini. Karena penasaran, saya pun diijinkan masuk ke kuil with no admission alias gratiss. Asalkan berpakaian sopan, lepas alas kaki, masuk deh! Maklum di Magelang kan nggak ada hehe. Puas mengamati aktifitas di kuil, saya pun berjalan keluar menyusuri indahnya malam di gang-gang Chinatown dibawah temaram cahaya lampion yang digantung di atas jalan. Pokoknya berasa jalan di Hongkong / Guangzhou deh hehe. Akhirnya saya tergoda dengan beberapa souvenir unik yang ditawarkan dengan harga menarik. Bungkuuus!!

Hari sudah beranjak malam ketika saya melangkahkan kaki ke stasiun MRT Chinatown untuk menuju kawasan Clarke Quay di pinggir Singapore River. Disinilah denyut nadi kehidupan malam para turis dan anak muda Singapura. Cafe, bar dan restoran berjajar rapi di sepanjang sungai ini. Gemerlap lampu warna-warni menambah semarak suasana. Terdengar hingar bingar live music, rupanya sebuah pertunjukan band sedang digelar di panggung terbuka. Ramai sekali suasana malam itu, mungkin karena bertepatan dengan malam minggu. Tidak begitu tertarik untuk berlama-lama disini, saya pun hanya berkeliling dan kemudian berjalan pulang ke hostel. Jarum jam sudah menunjukkan pukul 11.30 malam, rupanya lama juga jalan-jalan saya di hari pertama ini. Sampai di kamar, kaki baru terasa mau copot.

(TO BE CONTINUED)

Longing for a vacation? Get the latest travel deals from Wego.com here!

Advertisements

7 thoughts on “Uniquely Singapore Trip Part 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s