Meriahnya Solo Batik Carnival 2012


Kota Solo bagi saya sudah seperti rumah kedua. Karena disinilah saya pernah tinggal dan belajar banyak hal. Salah satu alasan yang membuat saya jatuh cinta dengan kota ini adalah kultur masyarakatnya yang masih memegang teguh, melestarikan seni & budaya, khususnya budaya Jawa. Pemerintah dan masyarakat kota Solo sering sekali menggelar berbagai event kesenian. Mulai dari macam-macam kirab, festival musik, pameran seni, dll. Kalo boleh saya bilang, tagline tepat untuk kota ini: tiada hari tanpa kirab… #eh

Peserta Solo Batik Carnival  2012

Peserta Solo Batik Carnival 2012

Salah satu event akbar yang rutin digelar adalah Solo Batik Carnival yang tahun 2012 ini masuk ke pelaksanaan ke-5. Sabtu malam, 30 Juni 2012 Stadion Sriwedari dan sepanjang jalan Slamet Riyadi solo sudah penuh sesak oleh ribuan orang yang antusias menanti jalannya Solo Batik Carnival 2012. Tema tahun ini adalah “Metamorfosis”. Melalui tema yang diangkat ini para peserta ingin menggambarkan perjalanan pembatikan dari pengerjaan awal pemolaan motif pada kain mori, pemalaman, pewarnaan, dan pehilangan malam dapat menarik perhatian, menginspirasi sekaligus mencoba menginterpretasikan makna-makna dari motif kain batik yang adiluhung.

Start dari dalam Stadion Sriwedari, peserta dengan kostum-kostum nan indah berjalan melalui catwalk, lanjut menyusuri sepanjang jalan Slamet Riyadi, kemudian finish di kompleks Balai Kota. Sekitar 3 kilometer peserta karnaval baik anak kecil maupun dewasa, harus berjalan dengan mengenakan kostum yang lumayan berat dan ribet ini. Namun tak tampak sedikitpun keletihan di wajah peserta, semua bersemangat.

Salah Satu Peserta Solo Batik Carnival

Salah Satu Peserta Solo Batik Carnival

Namun mungkin karena saking antusiasnya, masyarakat yang sudah lama menunggu di sepanjang jalan seperti tidak sabar lagi. Mereka berdesakan semakin maju memenuhi badan jalan yang seharusnya digunakan para peserta karnaval lewat. Tak ayal ketika peserta lewat, jalanan menjadi sempit sehingga ada kostum peserta yang patah dan rusak karena tersenggol penonton, sangat disayangkan. Belum lagi mereka yang berebut berfoto dengan peserta SBC sampai menghambat jalannya karnaval. Ya memang susah juga sih mengatur ribuan orang yang sama-sama ingin mendapatkan tempat terbaik untuk melihat jalannya SBC. Semoga pelaksanaan SBC dari tahun ke tahun semakin membaik mengingat event ini sudah menjadi salah satu agenda yang hukumnya wajib untuk dinikmati oleh para wisatawan.

Karena banyak mendapatkan penilaian positif, Pemerintah Kota Surakarta mendapatkan tawaran dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk mengikutsertakan Solo Batik Carnival dalam event bergengsi tingkat dunia Turnamen Bunga Pasadena Amerika sebagai wakil Indonesia yang rencananya akan digelar pada awal tahun depan. Kali ini saya harus bilang: WOW!! Good luck 

Nb: maaf kalau kualitas foto nya agak jelek, maklum… kamera handphone

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s