The InnCrowd Backpacker’s Hostel Review


The InnCrowd Hostel

The InnCrowd Backpacker’s Hostel

Karena ingin merasakan suasana lingkungan yang berbeda saat jalan ke Singapore, saya memutuskan untuk pindah ke hostel lain setelah sebelumnya menginap di Pillows & Toast Hostel Chinatown. Malam selanjutnya saya putuskan untuk merasakan suasana menginap di kawasan Little India. Sekaligus ingin membuktikan perkataan orang-orang yang mengatakan kawasan Little India tidak aman dan nyaman. Benarkah? Daaan dari sekian banyak hostel, terpilihlah “The InnCrowd Backpacker’s Hostel” yang terletak di 73 Dunlop Street, Singapore 209401.

Lobby The InnCrowd Backpacker's Hostel Singapore

Lobby The InnCrowd Backpacker’s Hostel Singapore

Siang itu cukup terik. Setelah ngubek-ubek Bugis Village belanja oleh-oleh, jajan ini itu dan makan siang, dalam posisi kekenyangan saya harus menggendong ransel berjalan kaki melewati Sim Lim Square Tower menuju Little India. Sekitar 10 menit jalan, akhirnya sampailah di The InnCrowd Backpacker Hostel dan langsung cek in deh. Begitu masuk, kesan pertama saya adalah hostel ini sesuai banget sama namanya, crowd. Saat itu lobby hostel bener-bener lagi crowd bule-bule backpacker dengan ransel segede tong aspal. Ada yang lagi nyantai di sofa, makan di pantry, gelesotan di lounge, baca-baca buku lonely planet, internetan, ada juga yang hilir mudik cek in cek out. Maklum, di hostel ini lobby reception, pantry, lounge dan perpustakaan menyatu dalam satu ruangan.

Lounge The InnCrowd Backpacker's Hostel Singapore

Lounge The InnCrowd Backpacker’s Hostel Singapore

Mengapa saya pilih The InnCrowd Backpacker Hostel? Berikut beberapa alasannya:

  1. Harganya cuy!! Saat saya menginap disini bulan Oktober 2011, harga dorm per night nya cuma SGD $ 20 aja atau sekitar Rp. 140.000,-. Itu udah include locker, linen, pantry 24 jam dengan alat masak lengkap, kamar AC, free breakfast, Wi Fii, dll. Meanhwile, hostel lain memasang tarif rata-rata SGD $ 25 per night. Lumayan banyak selisihnya kan?
  2. Lokasinya yang berada diantara 2 stasiun MRT yaitu Purple Line Little India dan Green Line Bugis Street membuat pilihan mobilisasi lebih mudah
  3. Dekat dengan convinience store, restoran halal dan Masjid Abdul Gafoor yang juga merupakan salah satu Singapore National Heritage. Jadi kalau mau sholat sekaligus jajan bisa deketan hehehe.
  4. Saya ingin lebih mengenal para backpacker dari berbagai negara yang menginap di dorm hostel ini. Dan benar saja, saat saya menginap disana mayoritas bule. Hanya ada beberapa gelintir wajah-wajah asia. Setelah berkenalan eh ternyata anak Jakarta. #Jiahhh
  5. Find the best hotel rates at Wego.com

Menginap di kawasan ini membuat saya sedikit lebih mengenal kultur India. Mayoritas adalah etnis Tamil dengan kulit gelap. Tak berapa jauh dari The InnCrowd Backpacker Hostel terdapat Campbell Lane, gang kecil tempat pedagang menjual berbagai macam pernak pernik khas India beraneka warna. Unik, lucu dan murah-murah cocok buat oleh-oleh. Secara barang beginian juga kagak ada di Magelang kan? Borong deh buat ponakan. Sekitar 200 meter, terletak di Seranggon Rd terdapat kuil India terbesar dan terua di Singapura, Sri Veeramakaliamman Temple. Saat saya masuk ke dalam, aroma dupa pekat langsung menyeruak di ruangan. Kebetulan sore itu sedang diadakan prosesi upacara puja bhakti menjelang hari raya Deepavali. Patung-patung dewa, altar yang indah dari pahatan perak dan berbagai macam sesaji menarik perhatian saya yang ndeso ini. (kok malah jadi cerita tentang kuil? Ini kan review hostel? Ya improve dikit gpp lah ya hehe #okesip). Nah, kalau mau belanja di Mustofa Center yang famous itu juga bisa, tinggal jalan kaki saja meski letaknya agak jauh dari hostel. Tapi menurut saya, Mustafa Center ini biasa saja. Semrawut malah…

Level 2 The InnCrowd Backpacker's Hostel Singapore

Level 2 The InnCrowd Backpacker’s Hostel Singapore

Satu-satunya yang membuat saya merasa tidak nyaman menginap di dorm The Inn Crowd Backpacker Hostel adalah lingkungannya. Saat malam hari banyak warga India sekitar yang nongkrong-nongkrong di pinggir jalan sambil setel musik keras-keras. Sometimes mereka joget-joget bareng gitu. Alamaaak!! bikin gabisa tidur!! mau kuping disumpel pake earphone, kerukupan selimut, bahkan disumpel pakai bantal sekalipun teuteup kedengeran musiknya. Kalo masih punya tenaga mah, saya turun dari kamar, keluar dan gabung aja sekalian sama mereka joget-joget #eh. HATAPI saat itu udah tengah malam dan gak punya daya lagi setelah seharian jalan kaki muter sana-sini. Saya nggak tahu joget-joget tengah malam ini sudah merupakan tradisi disini atau hanya karena menjelang hari raya Deepavali saja. Tapi overall recomended sih kalo buat nginep sementara aja. Enjoy !!


4 thoughts on “The InnCrowd Backpacker’s Hostel Review

  1. di catet dah, kemaren ke singapore nginep di china town, next time kalo ke sana lagi pengen coba nginep di little india, pengen kuliner di sana deh,

    • wih.. nama kita sama bro.. *salaman*
      kalo mau kuliner, saya rekomen ZamZam Resto di seberang Masjid Sultan. Deer/Mutton Murtabak & Nasi Briyani nya ajiiibbbb!! thanks udah mampir 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s