Istana Bogor, Riwayatmu…


Istana Bogor Depan

Halaman Istana Bogor

Takjub… itulah ekspresi pertama saya ketika melihat bangunan Istana Bogor saat pertama kali melihatnya dari balik pagar besi halaman utama. Maklum orang kampung, gak pernah liat istana-istana begini. Paling maksimal ya liat rumah dinas Bupati doang hehehe (kasian amat yak). Setelah sejenak terbengong di gerbang depan langsung saya dan @pipibetis muter, masuk lewat gerbang Kebun Raya. Kelamaan nangkring di gerbang depan Istana bisa-bisa dikira orang gila sama polisi yang lagi jaga di pos seberang hehe. Setelah parkir, kami berjalan diantara rerimbunan pohon besar berusia ratusan tahun, serasa sedang melewati lorong menuju dunia lain… mistis. Sampailah kami di ujung jalan kecil yang menuju Istana Bogor bagian belakang. Sebuah kolam besar yang penuh dengan teratai, menjadi pemisah Istana dan Kebun Raya. Dan kami hanya bisa melongok dari balik pagar besi.

Ketika sedang asyik foto, tiba-tiba disamperin dua orang bule yang udah cukup berumur. Setelah ngobrol-ngobrol, ternyata mereka dari Belanda dan juga terkagum-kagum dengan warisan arsitektur nenek moyang mereka sendiri. Lucunya dia sempat bertanya begini: “does Soekarno still living here?” batinku, gak salah denger ni? “pardon please Sir”. Dia pun mengulangi pertanyaannya apakah Sampai saat ini Soekarno masih tinggal di tempat ini? Kontan saja kami tertawa  sampe si turis bule ini bingung sendiri. Akhirnya kita jelaskan kalau Presiden Soekarno sudah wafat sejak tahun 1970 dan Istana Bogor saat ini tidak digunakan lagi sebagai tempat tinggal presiden, hanya untuk resepsi kenegaraan saja. Mendengar penjelasan kami gantian mereka yang tertawa. Akhirnya mereka minta maaf karena tidak tau informasi tentang Istana Bogor, “Ohhh… we’re sorry to hear that, we dont even know Soekarno had passed away long ago” dalam logat Belanda yang kental. Mereka pamit mohon diri untuk melanjutkan jalan dan kita berpisah. Kami? Leyeh-leyeh sambil ngemil dibawah pohon sambil terkantuk-kantuk menikmati sejuknya udara Bogor.

Istana Bogor Halaman Belakang

Istana Bogor Halaman Belakang

Berikut sekelumit ringkasan Sejarah Istana Bogor :

Bangunan yang dirintis pembangunannya oleh Gubernur Jendral Van Imhoff pada tahun 1745 ini awalnya diberi nama Buitenzorg. Mencontoh arsitektur Blenhim Palace, sebuah istana tempat tingal bangsawan di Oxford Inggris tujuannya untuk tempat peristirahatan orang-orang Belanda yang sedang ada di Batavia kala itu. Meski sempat mengalami kerusakan saat masa perang Banten, kemudian ketika Gubernur Jendral Willem Daendels memerintah, Istana Buitenzorg diperluas dengan membangun gedung tambahan di kiri dan kanan gedung utama. Dipercantik juga rusa-rusa yang diimpor langsung dari India dan Nepal hingga beranak pinak sampai sekarang.

Tercatat pula dalam sejarah, sebuah gempa besar terjadi pada 10 oktober 1834 yang menyebabkan kerusakan berat pada Istana. Baru pada pemerintahan Gubernur Jendral Albertus Yacob Duijmayer Van Twist (1851 – 1856), dilakukan perbaikan total. Bangunan sisa gempa dirubuhkan dan dibangun kembali dengan mengacu pada arsitektur eropa abad pertengahan. Pada tahun 1856-1861 saat masa pemerintahan Gubernur Jendral Charles Ferdinand Pahud de Montager, Buitenzorg atau yang kini disebut Istana Bogor berwujud lengkap dan sempurna. Kemudian pada masa pemerintahan selanjutnya, Istana Buitenzorg resmi digunakan sebagai kediaman para Gubernur Jendral Belanda. Setelah Belanda dipaksa hengkang oleh Jepang pada masa kemerdekaan, penjajah Jepang sempat menduduki Istana Buitenzorg selama beberapa tahun. Akhirnya pada tahun 1949, Istana Bogor resmi dikembalikan kepada pemerintah Indonesia dan baru digunakan kembali pada tahun 1950.

Saat ini Istana Bogor masih menyimpan berbagai macam benda seni peninggalan masa lalu seperti lukisan, patung, keramik, dan aneka benda seni lainnya. Konon, banyak lukisan maupun patung yang kelihatan aurat nya alias bugil hehehe. Bahkan ketika Istana Bogor digunakan untuk resesi pernikahan putera pertama Presiden SBY dengan Annisa Pohan kala itu, Bu Ani Yudhoyono sempat memerintahkan para staff rumah tangga istana untuk “memakaikan baju” kepada para patung-patung yang ada di dalam Istana. Beberapa event kepresidenan baik nasional maupun multinasional juga terkadang masih digelar disini.

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s