Kebun Raya Bogor, Bukan Kebun Biasa


Air Mancur Kebun Raya

Air Mancur Kebun Raya

Sebagai seorang buruh di kantor dengan rutinitas yang itu-itu saja, wajar dong kalau sering merasa jenuh. Salah satu cara saya mengatasinya adalah dengan Weekend Escaping. Pergi secara spontan saat Jumat sore sepulang kerja, pulang hari minggu sore atau senin pagi sekalian dan langsung ngantor lagi. Kemana? Ya kemana aja, sesuka hati. Sudah beberapa kali saya melakukan Weekend Escaping ini, dan manjur!! Setelahnya, saya merasa fresh lagi. Nah, postingan kali ini saya ingin cerita tentang weekend escaping saya ke Bogor, beberapa bulan lalu. Kenapa Bogor? Karena beberapa kali lewat, belum pernah dapat kesempatan explore Kota Hujan ini. Gatau gimana ceritanya tiba-tiba saya dan @pipibetis punya keinginan yang sama untuk jalan kesini. It just happened. Jadilah kita nekad naik bus Pahala Kencana dari Magelang. Destinasi pertama, the famous garden: Kebun Raya !!

Pohon Kebun Raya Bogor

“Awas Getah Pohon Ini Beracun”

Tiket seharga Rp. 9.500,- sudah ditangan, kami melangkahkan kaki memasuki gerbang utama. Karena ini adalah kunjungan pertama, tentu excited sekali. Hawa dingin langsung menyergap begitu kami berjalan memasuki Kebun Raya, berjalan diantara rerimbunan pohon berusia ratusan tahun. Konon, kebun raya ini sudah ada sejak jaman Kerajaan Sunda, masa pemerintahan Prabu Siliwangi, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Baru kemudian pada tahun 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, memiliki minat besar dalam botani dan tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang indah.

Monumen Olivia Raffless

Monumen Olivia Raffless

Berjalan beberapa langkah, kami berhenti di sebuah monumen Olivia Raffles. Sebuah monumen kecil yang dibangun untuk mengenang istri Gubernur Jendral Thomas Stamford Raffles, Olivia Mariamne Raffles yang meninggal pada tahun 1814 dan dimakamkan di Batavia, #Epic. Sayang monumen itu tampak kurang terawat saat kami kesana. Lumut dan cipratan tanah ada dimana-mana.

Lapangan Astrid Kebun Raya

Lapangan Astrid

Berjalan semakin kedalam, tumbuhan yang ada di kiri kanan pun berbeda. Aneka vegetasi tanaman ada disini. Kebun botani seluas 87 hektare dengan sekitar 15.000 koleksi pohon ini sangat mengagumkan. “terberkatilah makhluk hidup yang ditakdirkan hidup disini” itu komentar saya ketika berjalan menyusuri jalan-jalan sepi nan rimbun. Lebih excited ketika nemu yang namanya “Lapangan Astrid” Subhanallah, kaya nemu taman di negeri dongeng. Luas, hijau, air mancur, kolam teratai, bunga warna-warni di sepanjang jalan. Maklum ya kalo masih terheran-heran, kan baru pertama kali jalan ke Kebun Raya.

Taman Teratai

Kolam Teratai

Vegetasi pohon-pohon conifer pun tumbuh dengan anggunnya disini. Beberapa ratus meter dari situ ada Herbarium, tempat pengawetan tanaman dan hewan. Saya sempat masuk dan berbincang dengan beberapa staff disini. Di sebelahnya terdapat Orchidarium, sepetak taman yang isinya vegetasi aneka tanaman anggrek. Sayang, kala itu tidak banyak yang mekar. Namun saya sempat merinding maksimal ketika berada di taman ini, entah kenapa.

Taman Bunga Kebun Raya Bogor

Bunga Di Sepanjang Jalan Kebun Raya

Kembali berjalan menyusuri jalan aspal yang sepi, sampailah kami di Jembatan Gantung dari baja yang dicat merah. Anyway, kalau boleh saya cerita, selama perjalanan menuju Jembatan Gantung, menyeberang, duduk-duduk di bangku sekitarnya dan berjalan setelah melewati kawasan Jembatan ini, saya merasa selalu diamati dan diikuti oleh sesuatu yang tidak tampak. Tapi cepat-cepat saya tepis perasaan itu sambil dalam hati baca ayat kursi hehehe. Meski saat kami lewat kala itu siang hari, namun aura mistis area ini terasa kuat. Ahh entahlah apapun itu, mungkin hanya perasaan saya saja sih. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dan kami bisa pulang dengan selamat.

Jembatan Gantung Kebun Raya

Jembatan Gantung yang Legendaris Itu

Sebenarnya, kalau dari sisi keilmuan, Kebun Raya Bogor merupakan sebuah laboratorium raksasa yang menyuguhkan berjuta ilmu untuk digali. Karena disini tempat yang tepat untuk digunakan sebagai ajang penelitian dan pengembangan berbagai tanaman langka. Tanaman disini diberi label lengkap degan nama latinnya. Bahkan ada pohon kenari dengan label tahun 1855!! Ebusyet!! Pohon kenari asal Maluku ini akar-akarnya menjulang keatas tanah, kokoh. Sepertinya dialah “sesepuh” di Kebun Raya.

Pohon Kenari Tertua

Pohon Kenari Tertua Sejak Tahun 1855

Selain itu, hal unik lain disini adalah bunga bangkai langka yang umbi nya dulu didatangkan dari daerah Muara Aimat, Jambi. Berat umbi mencapai 30 Kg, ditanam pada bulan Desember 1992. Dua tahun kemudian, tunas baru mulai muncul. Masyarakat bersuka cita menyambut tumbuhnya tanaman langka ini. Namun ketika saya bermain kesini, belum waktunya si bunga langka ini untuk tumbuh dan mekar. Mungkin lain kali harus berkunjung kesini lagi. Jogging atau bicycling menyusuri setiap sudut Kebun Raya dengan pengetahuan dan persiapan yang lebih matang.

Penunjuk Arah Kebun Raya Bogor

Papan Penunjuk Arah

Saya yakin, banyak orang berkunjung ke Kebun Raya Bogor dengan berbagai macam niat. Ada yang niatnya refreshing, olah raga, belajar, penelitian, pacaran, sampai mengulik sisi mistis nya. Yah, terserah sih apa tujuannya. Yang jelas, weekend escaping kali ini sangat berkesan. Kebun Raya Bogor, memang bukan kebun biasa. Bagaimana menurut anda?

 

 

 

3 thoughts on “Kebun Raya Bogor, Bukan Kebun Biasa

  1. Emang banyak penunggunya, tapi kalau ga ada niat jahat Insya Allah aman-aman saja.
    Kebanyakan orang Bogor (termasuk saya) percaya bahwa area istana dan Kebun Raya Bogor merupakan bekas Istana Kerajaan Pajajaran. Jadi lokasi tersebut harus diperlakukan sebagai tempat terhormat (bukan sakral ya). Maksudnya jangan mempergunakan Area Kebun Raya dan Istana sebagai tempat maksiat atau tempat acara hiburan. Sering loh kalau misalnya diadakan acara hiburan (ada artis-artis menyanyi di istana atau kebun raya dalam acara tertentu) biasanya di sekitar kebun raya akan terjadi hujan dan angin ribut yang menyebabkan banyak pohon tumbang. Sementara jika ada acara kenegaraan, justru walaupun di kota Bogor hujan deras, namun di sekitar istana malah tidak hujan.
    Percaya boleh, ngga juga gapapa… Cuma berdasarkan pengalaman sebagai warga Bogor.

    • WOW!! kok bisa aneh gitu kejadiannya ya? keren!! Terima kasih sudah berkenan mampir & bercerita banyak ttg keunikan Istana & Kebun Raya Bogor. Kapan-kapan pengen seharian leyeh2 disana lagi hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s