Balada Nescafe Journey [Part 1]


The Announcement

Nescafe Journey

Nescafe Journey

Laporan yang menumpuk di meja, beberapa project yang mendekati deadline, input data di system, dan email yang bertubi-tubi masuk masih mewarnai rutinitas kantor di hari itu, Kamis 9 Agustus 2012. Waktu serasa berjalan lambat ketika dokumen-dokumen yang ada diatas meja saya harus periksa satu-persatu. Saya menyadari sepenuhnya bahwa bekerja kantoran itu tak ubahnya seperti Romusha, namun dibalut pakaian yang rapi. Mau tidak mau harus menuruti kemauan perusahaan. [Ya iyyalah, apa mau minta dipecat? Hehehe]

Setelah lunch break & sholat dhuhur, sambil streaming radio saya dan teman-teman di lantai 2 memulai aktifitas kembali. Gelak canda ditengah-tengah padatnya pekerjaan menjadi hiburan tersendiri. Maklum, rata-rata penghuni yang ada di lantai 2 ini seumuran, jadi bisa kompak ngocolnya. Kalau kata orang kantor yang lebih senior [baca: TUA] kami-kami ini adalah gerombolan pegacau kantor hehe. “nggak ada kalian, kantor jadi sepi” itu yang sering terucap oleh para tetua kalau beberapa diantara kami dinas luar ataupun cuti.

Ini kenapa malah jadi cerita tentang anak-anak kantor sih? #selftoyor. Oke!! Jadi ceritanya gini, siang itu pukul 13.48 tiba-tiba handphone berdering. Terlihat di layar 12 digit nomor yang belum terdaftar di phonebook. Hadeeh siapa pula ini? Agak males kalau ditelpon nomer belum dikenal gini. Maklum akhir-akhir ini kan suka banyak orang iseng atau yang cuma nawarin asuransi bla bla bla. And then, saya angkatlah telepon itu:


“Assalamualaikum”
“Waalaikumsalam, selamat siang betul dengan Fahmi?”
“Iya betul mas, maaf dengan siapa ini?”
“Ini dari Nescafe, Fahmi”
#deg
“Oh Nescafe? Gimana mas? Bisa dibantu?”
“Mau kabarin, selamat ya kamu masuk 5 besar Nescafe Journey bareng Riyanni Djangkaru”
………….. h e n i n g…………..
“What? Ah!! Yang bener mas? ini gak lagi dikerjain kan?”
“Hahaha nggak lah, kamu punya skype kan? Ntar kita calling buat interview jam 3-4 an ya. Kalaupun belum menang, ntar ada hadiah uang tunai kok, nilainya yaaa… lumayan banget lah”
“Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, aku nothing to lose aja kok mas hehe. Menang sukur, belum menang ya belum rejeki. Etapi aku gak ada skype mas, adanya YM. Tapi sambil aku sign up buat skype deh, tar aku kabari username nya”
“Oke Fahmi, congratz yaa, tunggu kita nanti”
“Sip mas, makasih yaa”
Tuut tuut tuut…

Ya Tuhan mimpi apaaa semalem…

Teman-teman di sekitar saya ternyata meyimak obrolan telepon tadi. Spontan saya langsung dimassa oleh makhluk-makhluk tak berperikemanusiaan itu. Rambut diacak-acak, meja diobrak-abrik, dilempar petasan… [oke.. stop!!] yang ini lebay] yaa intinya mereka ikut senang mendengar kabar itu. Mereka malah langsung ribut sendiri. Eri si ahli IT langsung mempersiapkan jaringan internet terbaik untuk skype-an nanti. Pak Catur setting notebook dan kamera. Dastin sibuk googling profile Riyanni Djangkaru karena dia masih gak nyangka temen seruangannya bisa masuk 5 besar jalan gratis sama si teteh yang dulu wara-wiri di tipi mampang di program Jejak Petualang. Meanwhile genk cewek-cewek heboh, Sisca, Audy, Puspa, Ari, dan Santi sibuk nyusun list oleh-oleh yang mereka request kalau saya beneran kepilih #Journey nanti. Ampun daaahh!! Berangkat aja belom, or even… menang aja belom. Udah pada ribuuut minta dibeliin ini itu. Dasar emak-emak.

Singkat cerita, sore hari sekitar jam 16.30 saya mulai skype-an dengan team Nescafe yang ada di Jakarta. Mas Jono yang mengawali dilanjutkan dengan Mbak Gita yang cantik. Deg-degan!! Cek koneksi, kenalan, langsung deh ditanya-tanya. Kenapa ikutan acara Nescafe #Journey ini? Kenapa pilihnya teteh Riyanni Djangkaru? Kenapa pilih destinasi ke Indonesia Timur? Akan seperti apa #Journey mu nanti apabila terpilih? Apa alasannya kamu harus kita pilih? | ampun cuuy, berat ye pertanyaan-nye. Tapi aye jawab ceplas-ceplos santai aje hehhe. Sampai puncaknya ketika tiba-tiba, ditengah-tengah interview dengan Mbak Gita, muncullah sesosok penampakan makhluk astral yang sudah tak asing lagi di dunia persilatan para pejalan. Aaakkkk tiba-tiba nongol lah idola ku, idola semua idola, Teteh Riyanni Djangkaru yang langsung nyerocos sambil cengar-cengir, ngabarin kalau aku kepilih buat #Journey sama dia bulan September nanti. Aku langung speechless, lutut lemes… secara sore hari adalah kondisi terkritis bagi orang yang sudah puasa seharian. Gimana nggak lemes coba. Puasa, kerjaan numpuk, naik turun tangga, disuruh ini itu sama si bos, tambah lagi sore nya dikasih surprise kabar bagus banget sama yang Maha Kuasa. #pingsan #siuman #sujudsyukur.

Aspirer Nescafe Journey

Inilah moment tidak disangka-sangka yang merupakan kelanjutan dari keisenganku ikutan kuis di Facebook App Nescafe Journey. Awalnya, peserta hanya diminta menuliskan journey impian di wilayah Indonesia sebanyak maksimal 500 karakter, pendek banget kan? Ternyata salah satu ide cerita journey ku, terpilih oleh panitia dan masuk ke tahap selanjutnya. Waktu itu saya posting ke beberapa destinasi diantaranya Kepulauan Alor, Tn Cenderawasih Papua Barat, Desa Sawai Pulau Seram Maluku, Banjarmasin, Ambarawa, dan Kepulauan Togean Sulawesi. Yang terpilih adalah ide journey ke Desa Sawai yang terletak di Pulau Seram Maluku. Emang beneran ngimpi-ngimpi bisa beneran kesini. Surga Dunia!! Dari ribuan ide yang masuk ke database Nescafe, terpilihlah 60 Besar kandidat peserta Journey bersama Aspirer pilihan, yaitu Riyanni Djangkaru, Nicholas Saputra & Imam Darto. 60 finalis ini diminta membuat video yang menggambarkan tentang siapa mereka & mengapa mereka layak dipilih untuk berangkat Journey menikmati sisi lain keindahan Indonesia bersama para Aspirernya.

To be honest, malu setengah mati kalo inget proses buat video yang di submit untuk kontes ini. Kesambet apa dulu bisa punya ide beginian ya? hadeehh… bayangin aja, di tengah taman kota yang suasana siang itu cukup ramai, orang seumuran aku pethakilan naik patung badak yang ada di tengah taman sambil ngomong sendiri ke kamera, terus endingnya diteriakin: “ooorang gilaaa.. oorang gilaaa” sama anak-anak SMP. Kukorbankan harga diri ini demi dream #Journey… bodo amat dah!! hahahaha. Begitulah story behind the scene video yang mengantarkan aku menangin #Journey ke destinasi yang udah di mimpi-mimpikan selama ini.

Saya yakin banyak faktor yang dinilai oleh panitia untuk menentukan siapa finalis yang akan diajak Journey bersama Aspirernya. Tugas para finalis hanya Do The Best & Lillahita’ala 🙂

Dan kabar dari team Nescafe, #Journey ke “timur” bareng Teh Riyanni Djangkaru dimulai pada 24 September 2012, selama… 1 minggu !! | *siap-siap gosong maksimal*

Tapi, kalau minjem quotes si Teteh, “apapun warna kulitnya, yang penting jalan-jalan” haseeeek!!

To Be Continued

Advertisements

5 thoughts on “Balada Nescafe Journey [Part 1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s