Balada Nescafe Journey [Part 2]


The Engagement

Aspirer Nescafe Journey

Aspirer’s: Nicholas Saputra, Riyanni Djangkaru & Imam Darto

Suasana traffic Jakarta minggu pagi cukup lengang. Mobil jemputan peserta Nescafe Journey melaju dengan lancar dari hotel tempat meginap di kawasan Mampang Prapatan ke kantor Ignite di Blok M. Sesuai dengan hasil meeting pada hari sebelumnya, hari minggu, 9 September 20102 para peserta Nescafe Journey akan melakukan simulasi Journey dari Jakarta menuju Ciapus Bogor. Kami terbagi dalam 3 team. Team Badak dengan Aspirer Riyanni Djangkaru terdiri dari saya sendiri (Fahmi), Anisa Fuziah (Nisa), Team nya Nicholas Saputra menamakan diri mereka Team Mammoth beraggotakan Antovany Reza (Rey) dan Rahmania Parentsia (Nia). Meanwhile, team yang Aspirenya Imam Darto beranggotakan Cut Aliffa (Ifa), Rembulan Indira (Bulan). Masing-masing team hanya dibekali uang Rp. 75.000 per orang. Kalau ditotal 4 orang jadi Rp. 300.000 per team.

KRL Stasiun Ps Minggu

KRL to Bogor

Pukul 08.20 kami Team Badak berangkat menuju Bogor dari kantor Ignite di kawasan Blok M. Dengan menggunakan kopaja 75 menuju stasiun Pasar Minggu, dilanjutkan naik KRL ke Bogor. Yes, this is my first time to go to Bogor by KRL. Hari minggu tidak secara otomatis mengurangi jumlah penumpang KRL ternyata. Penuh sesak penumpang dengan berbagai tujuan masing-masing. Bau keringat aneka rasa, campur aduk dengan bau-bau yang lain menyeruak diantara aliran udara AC kereta yang tidak terlalu dingin. Rumah-rumah sempit berjajar di sepanjang rel menuju Bogor. Sebuah pengalaman baru bagi saya. Menyadarkan saya untuk mensyukuri alat transportasi di daerah saya tinggal, meski seadanya tapi masih nyaman, alhamdulillah.

Stasiun demi stasiun terlewati. Mata saya terbelalak ketika melihat tulisan “Stasiun Citayam”. Ohh sini toh Citayam, salah satu setting film Mendadak Dangdutnya Titi Kamal. Tadinya, saya kira Citayam adalah daerah fiktif belaka. Ternyata ada beneran.

Kata orang, journey itu bukan tentang kemana destinansinya, tetapi bagaimana prosesnya. Di tengah perjalanan menuju Ciapus kami mendapatkan tantangan untuk membantu menjual dagangan orang atau menjual sesuatu yang berharga milik pribadi untuk tambahan uang perjalanan team. Masa iya mau jual kamera DSLR? Sayang dong yes. Akhirnya kita memutuskan untuk membantu Mang Asep jualan bakso cilok dengan gerobak di dekat BTM Mall. Dengan rayuan mautnya Nisa, kami berhasil menjual beberapa porsi. Pesan moral no 27: cari nafkah itu tidak mudah Jenderal !!

Selesai menjalankan misi tersebut, team badak lanjut naik ke Ciapus dengan angkot. Canda tawa berderai didalam angkot melaju kencang. Berbagai hal menarik yang terjadi selama perjalanan tadi jadi bahan obrolan. Semilir angin yang menerobos jendela angkot menambah rileks suasana. Hingga tak terasa kami sampi di tujuan akhir simulasi journey ini. The Highland Park Resort, Mongolian Camp, Ciapus Bogor. Adeeeemmm

The Highland Park Mongolian Camp

The Highland Park Mongolian Camp

Istirahat, sholat, makan, lanjut welcoming speech dan diskusi tentang nescafe journey yang akan dijalani oleh masing-masing team bersama aspirernya nanti. Sampai malam kita semua berdiskusi. Para aspirer juga sempat bercerita tentang journey mereka beberapa waktu lalu saat berkunjung ke perkebunan kopi Nescafe di Lampung. Nico yang kalem, Riyanni yang usil dan Darto yang kocak. Tiga karakter yang berbeda, dikolaborasikan dalam satu kesempatan bercerita, ancur dah!! hahahaha

Team Badak - The Explorer

Team Badak – The Explorer

Akhirnya diputuskan, team Mammoth nya Nicholas Saputra akan journey ke Wamena, the heart of Papua. Mereka akan get lost di kawasan lereng pegunungan Jayawijaya dan menyatu dengan suku-suku disitu, Seru !!! In the mean time, team nya Imam Darto dengan tema city slicker memutuskan untuk keliling Aceh. Mereka akan ke tugu nol kilometer Indonesia di Sabang, ziarah ke makam korban tsunami dan tentunya menikmati alam bawah laut ujung barat negeri ini. Bagaimana halnya dengan team Badak yang aspirernya teteh Riyanni Djangkaru? Kami sepakat untuk eksplore bumi Flobamora, Nusa Tenggara Timur. Mulai dari Labuan Bajo, Ruteng, Manggarai, Kupang sampai Alor. Diving dan snorkeling di Alor adalah mimpi dari para pecinta alam bawah laut. Konon Alor memiliki keindahan taman laut terbaik kedua setelah kepulauan Karibia, Wow!!! Hardly can’t wait to explore bumi Flobamora yang terkenal juga akan keramahan penduduknya, keragaman suku dan bahasa serta adat istiadatnya. *jingkrak-jingkrak*

Hari kedua di Mongolian Camp Ciapus Bogor, dilanjutkan dengan Team Building session. Tapi sayang, saya tidak dapat mengikuti sesi ini karena harus terbang kembali ke Jogja dan masuk kantor *sigh*. Di session inilah ditekankan kekompakan dan kebersamaan team yang harus selalu dijaga selama journey nanti. Karena inti dari journey adalah bukan tujuan akhir/destinasi nya. Melainkan… dengan siapa kita menjalani journey itu. Karakter partner & teamwork sangat menentukan asyik tidak nya journey yang akan dijalani. Renungkanlah…

To Be Continued

Advertisements

13 thoughts on “Balada Nescafe Journey [Part 2]

  1. Nice and amazing journey..
    Seru banget pasti ngetrip sama Kak Riyani.

    sharing donk kiat buat jadi pemenang. Alhamdulillah gw dapet wild card jadi semifinalis.. Thanks Mi,

    • Wow!! congratz Deri udh dpt wildcard.
      Pastinya seru banget !! dream trip, come true
      Only God knows, kita akan menang/nggak.
      Intinya show your passion, be yourself, & Lillahi ta’ala 🙂

  2. Salam kenal, bro…
    Keren banget ceritanya… Mudah-mudahan setelah baca ini bisa kecipratan rejeki juga…hihi…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s