Nescafe Journey – Team Explorer [Day 1]


Let The Journey Begins !!

Pagi buta di terminal 3 Sorkarno Hatta. Awal sebuah perjalanan untuk “membuka mata” melihat sisi lain Indonesia. Saya Fahmi, Nisa, Teh Riyanni, Bang Pelan si campers dan Om Adhe selaku fixer akhirnya berkumpul dengan mata yang masih berat. Maklum kurang tidur. Last Call untuk penumpang maskapai singa terbang tujuan Labuan Bajo terdengar membahana (tssaahh bahasanya, emang konser dangdut?). Kami pun bergegas boarding ke pesawat. Setelah nangkring di posisi duduk masing-masing, mata yang tinggal 5 watt ini langsung merem. Terlelap beberapa saat, kami terbangun oleh suara pilot di dalam cabin: “flight attendant landing position”. Ternyata pesawat sudah bersiap landing di Ngurah Rai International Airport Denpasar untuk transit beberapa jam. Baru kali ini terbukti, JKT-DPS hanya dalam satu kedipan mata hohoho.

Secara nggak sengaja, Teh Riyanni ketemu dengan Kartika Dewi, salah seorang temannya. She’s the one and the only women technical diver di Indonesia. Technical divers itu, gambaran gampangnya divers yg udh expert. Yang kalo sekali nyelam bisa langsung bawa 4-6 tabung oxygen di perairan yang dalam. Gila kan? Baru bayangin aja udah megap-megap…

Melintasi Pulau-Pulau Kecil NTB

Melintasi Pulau-Pulau Kecil NTB

Jangan Lewatkan Harga Tiket Pesawat Termurah di Wego.co.id !!

Hiruk pikuk bandara Bali yg sedang dlm tahap renovasi sedikit mengganggu kenyamanan para penumpang baik domestik maupun mancanegara. Tapi tak apalah, demi bandara yang lebih baik nantinya. Pukul 10.20 WITA team kami melanjutkan penerbangan ke Labuan Bajo dengan pesawat yg lebih kecil. Deru mesin baling-baling pesawat memacu adrenalin saat take off. Membelah langit melintasi pulau-pulau kecil dengan laut gradasi warna biru menyadarkan betapa kita, manusia, adalah makhluk yang sangat kecil dihadapanNYA. Namun terkadang lupa dengan “kemanusiaannya”

Terik matahari di Bandar Udara Komodo, Flores NTT menyambut kedatangan kami. Rasanya masih nggak percaya bisa menginjakkan kaki di bumi Flobamora ini. Destinasi yang sudah lama saya impikan, kini terwujud. Bareng sama idola pula, dibayarin pula… *siap2 dikeplak berjamaah*

Bandara Komodo Labuan Bajo

Bandara Komodo Labuan Bajo

Perut yg belum diisi sejak pagi udah gak bisa diajak kompromi. Dari airport, kami hunting makan siang. Aksi anarki tak ayal terjadi. Menu seafood yang menggugah selera langsung ludes hanya dalam hitungan menit. Saling sikut rebutan udang, kepiting & cumi menambah seru suasana. (ini makan siang apa pencak silat sih?)

Seafood Labuan Bajo

Seafood Labuan Bajo

Anyway, saat makan siang surprisingly si teteh Riyanni Djangkaru kembali ketemu sobat lamanya, Om Wally Siagian, seorang legenda hidup diver Indonesia. What a lucky day bisa ketemu orang2 hebat. Insyaallah akan saya buat artikel tersendiri tentang beliau deh. Setelah berkenalan, cerita2 seru langsung mengalir dari mulut Babe, begitu Om Wally biasa disapa. Mulai dari tempat diving yang keren, situs-situs arkeologi, kuliner mak nyuss, sampai cerita sedih pembantaian hiu & manta di sekitar perairan Komodo. #SaveSharks!!

Anak² Manggarai Barat NTT

Anak² Manggarai Barat NTT

Mobil yang akan mengantarkan kami sudah siap. Menjelang sore Team Explorer Nescafe Journey bergerak ngesot ke Ruteng, sekitar 4 jam perjalanan darat dari Labuan Bajo. Kenapa ngesot? Karena jalan yang kita lewati benar-benar menuntut mobil uuntuk berjalan pelan. Bayangkan saja, jalan sepanjang +/- 130km dengan lebar jalan yang tak lebih dari 5 meter dengan kiri kanan tebing dan jurang, dan besi pembatas jalan yang masih sangat minim. Tikungan tajam, tanjakan dan belokan 180° jadi santapan kami sepanjang jalan. Vegetasi pohon jati, kopi, kakao, sabana, stepa, sawah dan semak perdu gersang di jadi pemandangan sepanjang jalan menuju Ruteng. Banyak proyek perbaikan & pelebaran jalan disana sini membuat perjalanan sedikit terhambat. Untunglah semua team sehat & nggak ada yang jackpot. Mungkin karena Om Poli, driver mobil ini, drivingnya halus. Sudah hafal medan dan handal. (handal jepit hehehe).

Jalan Menuju Ruteng

Jalan Menuju Ruteng

Sesampainya di Ruteng sudah jam 7 malam. Hawa dingin menusuk tulang karena Ruteng adalah daerah lembah yang dikelilingi pegunungan. Langsung makan malam, & cek in di Dahlia Hotel. Yaa namanya sih “hotel”, tapi karena ada di kota kecil & di daerah agak terpencil, jadi yaa gini deh hehehe. Etapi harus tetep bersyukur masih bisa nemu kasur empuk.

Banyak pelajaran hidup dari Nescafe Journey hari pertama ini. Bertemu dengan berbagai karakter orang, berinteraksi dengan penduduk lokal, mengetahui sepenggal kisah hidup mereka, menyadarkan saya untuk harus selalu mensyukuri apa yang Tuhan telah berikan kepada kita. Sebuah perjalanan untuk membuka mata, akan indahnya negeri tercinta.

Malam sudah larut, kami pun terlelap…

To Be Continued

Advertisements

10 thoughts on “Nescafe Journey – Team Explorer [Day 1]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s