Nescafe Journey – Team Explorer [Day 4]


Alor, Kami Dataaaang !!

Hari ke empat journey diawali dengan cardio. Bangun subuh, langsung pada hectic dengan carrier sendiri-sendiri, packing dan lagsung ke bandara sebelum jam 6 karena flight kami jam 7 pagi ke Pulau Alor. Sesampainya di bandara El Tari, kami langsung boarding. Karena crowd banget, tiket bang Pelan sempat ketuker dengan penumpang lain. Jadilah kita tinggal dia di airport… #eh… Maksudnya, jadilah kita mengurus tiket yang tertukar itu. Pesawat baling-baling tipe MA-60 milik salah satu maskapai bumn membawa kami terbang melintasi Selat Ombai yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. 45 menit penerbangan menggunakan pesawat kecil bermesin baling-baling itu, adrenalin rush banget. Deru mesin baling² pesawat memecah kesunyian pagi di atas langit Timor. Dengan ketinggian jelajah 15.000 kaki diatas permukaan laut, kontur perbukitan dan laut² biru masih terlihat jelas. Tidak pernah bosan memandangi keindahan Indonesia dari ketinggian.

Bandara Mali Alor

Bandara Mali Alor

Runaway bandar udara Mali, Alor sangat pendek. Hanya cukup untuk pesawat perintis. Ketika landing, kita seperti akan mendarat di laut karena letak bandara ini persis di samping pantai, keren!! Om Kris, sang empunya homestay sudah menunggu di parkiran, dengan apa?? Angkot berwarna orange nya!! Orang sini menyebutnya bemo. Jadilah kami meluncur ke Kalabahi, ibukota Alor dengan bemo yang full ajeb-ajeb sampai budeg se budeg-budegnya. Orang sini nggak mau naik bemo kalau nggak full musik. Ini bemo udah kaya cafe clubbing berjalan. Begitu turun dari bemo, dijamin kuping nya akan berdenging dan sedikit budeg. It was happened to all of us hahaha.

Full Team Nescafe Journey - Sail To Alor

Team Explorer in action

Langsung menuju dermaga Kalabahi di Teluk Mutiara, kapal Theodoras yang akan membawa kami melaut pagi itu sudah siap. Donovan Whitford, si bule gokil penguasa dive sites di Alor menyambut kami dengan ramahnya. Ini bule kocak abis, sepanjang melaut di Teluk Mutiara kami dibuat ngakak maksimal. Ada aja tingkah & celotehan nya yang ceplas-ceplos dlm bahasa Indonesia yang fasih namun tanpa EYD yg baik & benar. Maklum sudah 23 tahun dia tinggal di Indonesia. Selain kami team explorer Nescafe Journey, di kapal juga ada tamunya Dono yang lain. Ada mbak Endah, Chriswan, Airin dan seorang lainnya lagi. Senang bertemu dengan teman baru, karena selama 2 hari kedepan kami akan berlayar bersama.

Ingin Liburan? Dapatkan travel deals terbaru di Wego.co.id !!

Coconut Groove - Pulau Pura Alor

Dive Spot: Coconut Groove

Diving spot pertama di Pulau Pura namanya Coconut Groove. Jajaran pohon kelapa di pinggir pantai melambai-lambai diterpa angin laut Alor yang panas. Jernihnya laut menyejukkan mata. Nisa, Teh Riyanni, Om Adhe diving. Saya & Bang Pelan snorkeling. Alam bawah laut spot ini Subhanallah banget deh. Hard coral, soft coral, ikan warna warni dan beragam makhluk laut yang saya tidak tahu namanya langsung memanjakan mata. Rasanya seperti masuk ke aquarium raksasa. Dan kondisi air disini rasanya jauh lebih jernih jika dibandingkan dengan beberapa spot snorkeling yang pernah saya datangi. Sayang, saya nggak punya underwater camera, jadi nggak bisa foto makhluk² cantik itu.

Dermaga Desa Abila Pulau Pura Alor

Dermaga Desa Abila Pulau Pura Alor

Selesai diving di spot pertama pertama kapal kami bergerak menuju dermaga Desa Abila di Pulau Pura Utara. Penduduknya sangat ramah. kami berjalan keliling kampung, ngobrol dengan mereka dan sempat mampir di rumah seorang tokoh masyarakat setempat melihat proses pembuatan Sopi, minuman khas daerah sini yang terbuat dari air nira hasil sadapan pohon lontar yang disuling dalam bejana lalu disalurkan melalui bilah-bilah bambu. Di desa ini juga banyak tumbuh pohon asam jawa. Masyarakat biasa memanfaatkannya sebagai hasil komoditas untuk dijual. Ketika berpamitan, kami diberikan satu tas kresek besar asam jawa. Saya cukup heran ketika menemukan asam di laut. Karena beberapa hari yang lalu kami membeli garam, malah di Ruteng, daerah pegunungan di Manggarai. Aneh.

Proses Pembuatan Sopi - Tuak Khas Alor

Proses Pembuatan Sopi – Tuak Khas Alor

Masih di kawasan Pulau Pura, Alor, kapal pindah ke spot diving kedua bernama: Schools Out. Kenapa dinamai begitu? Karena spot ini berdekatan dengan sekolah dasar. Jadi, biasanya kalau ada kapal sandar di sekitar situ, anak-anak SD keluar dari kelas, melihat kapal & kadang ikut berenang. Spot disini berkontur tebing/wall penuh coral. Dan beruntungnya si Nisa yang barruuu aja ambil diving license dan disini adalah open water sesi keduanya, dia sempat melihat ikan Blue Marlin dengan sirip mengembang segede +/- 3meter. What a rare moment, even for pro divers. Lucky you Nisa (and… selfpukpuk karena saya belum sempat ambil license, sigh!!)

Birunya Perairan Pulau Pura Alor

Look At The Blue !!

Meanwhile di diving spot ketiga, mereka mencoba night dive/diving malam hari. Nisa nggak ikutan karena belum diijinkan oleh para dive master. Teh Riyanni & Om Adhe ikut nyemplung dong pastinya. Kata Teteh, night dive itu sensasinya beda. Makhluk-makhluk air yang ditemuin pun beda karena pada malam hari mostly hewan nocturnal yang ngider cari makanan. Sementara kita yang nggak diving, dari atas kapal cuma bisa melongok ke bawah air melihat dimana posisi lampu senter dan gelembung air menyorot, mengawasi posisi mereka. Sempet ada tragedi “buldozer” di spot ini. But its okay. Nothing serious happened. Lucu malah…

Anyway, melaut dari pagi sampai malam bukan berarti bikin kita kelaparan. Karena di kapalnya Donovan, banyak banget makanan yang tersedia. Mulai dari biskuit, agar-agar, kopi, teh, susu, nasi kuning, rendang, sayur ikan tengiri, ayam goreng, sampai kastengel pun ada!! Jadi ngemil terus kita hehe, sambil ngopi-ngopi di haluan kapal, beuhh nikmatnyo.

Menu Makan di Kapal Theodoras

Menu Makan di Kapal Theodoras

Sampai dermaga, bemo “cinta” milik Om Kris yang full ajeb-ajeb itu udah nunggu. Makan malam bersama di homestay terasa lebih nikmat karena bisa sambil sharing kejadian-kejadian selama kami journey. Nasi panas, sup ayam, sayur jantung pisang, tumis kangkung, ikan bakar dan tidak lupa sambal lu’at menjadi menu makan malam pertama di Alor. Kebersamaan team yang kompak & caur membuat kami sudah merasa seperti keluarga. Keluarga cemara… #halah

To Be Continued

2 thoughts on “Nescafe Journey – Team Explorer [Day 4]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s