Borobudur Jazz Festival 2012 : Kala Nada dan Budaya Seirama


Borobudur Jazz Festival

Borobudur Jazz Festival

Hawa dingin malam itu tak menyurutkan niat saya untuk menuju ke Borobudur. Jalanan masih basah setelah diguyur hujan sejak siang hari. Kompleks Candi Borobudur malam itu terlihat berbeda dari biasanya. Deretan mobil-mobil klasik milik komunitas Mercy Tiger Club Yogyakarta, Mercedes Boxer Club Indonesia Yogya Chapter dan Volkswagen Club Yogyakarta berjajar rapi di arena parkir. Di kawasan Taman Lumbini, sebuah pangung sederhana berlatar belakang candi yang nampak agung disorot lampu ribuan mega watt, bangku-bangku kayu panjang dan kursi lipat terbungkus kain putih berjajar rapi. Ratusan orang telah berkumpul di depan panggung bersiap menikmati pagelaran special malam itu, Borobudur Jazz Festival 2012.

VW Beetle Borobudur Jazz

VW Beetle – Borobudur Jazz

Tema “The Harmony of Exotism” yang diangkat terasa sangat pas malam itu. Semilir angin lembah Menoreh berhembus menelusur bebatuan candi menerpa wajah-wajah yang telah menanti. Alunan irama jazz memecah kesunyian malam. Semua penonton seolah tersihir bergerak mengikuti nada-nada indah dari para performer. Terlebih ketika Jasmine, band lokal dari Yogyakarta membawakan salah satu hits nya Bon Jovi, You Give Love A Bad Name dalam nuansa rock jazz. Awesome !!

Borobudur Jazz Festival

Penonton Borobudur Jazz Festival

Kian malam, penonton semakin ramai berjejajal di depan panggung. Group band Everyday yang mengenakan aksesoris etnik menampilkan lagu Surya Kembara yang berkisah tentang kisah romansa nestapa matahari dan rembulan yang saling mencinta namun tidak pernah bersua. Sementara Matthew Sayerz, dengan suaranya yang khas membawakan lagu “Cinta & Sayang” dan “Bukalah Hati”. Penyanyi muda pendatang baru dari Bandung ini merupakan runner up reality show “Bintang Cari Bintang”. Di sela-sela penampilannya, dia mengungkapkan ini adalah kali pertama dia berkunjung ke Candi Borobudur dan langsung terkesima.

Giliran Ecky Lamoh mengguncang stage malam itu. Lengkingan suara mantan vokalis group band rock Elpamas dan Edane itu membuat penonton terkagum-kagum. Dan belum selesai dibuat kagum, penyanyi cantik Syaharani melanjutkan konser dengan membawakan salah satu lagunya “Sayang, Sayang, Sayang’. Kali ini ia tampil bersama band pengiring Lian Panggabean and Friends, tanpa band nya ESQI:EF. Penyanyi peraih AMI Award Indonesia 2011 kategori Penampilan Terbaik Jazz/Band/Vocal ini tampak anggun dengan balutan busana etnik.

Endah n Rhesa - Borobudur Jazz

Endah n Rhesa from backstage

Performer selanjutnya adalah salah satu artis yang ditunggu-tunggu. Pasangan suami istri nan kocak Endah n Rhesa berhasil membius penonton dengan tembang-tembang ballad jazzy nya. Permainan apik gitar akustik disuguhkan sambil diselingi guyonan ceplas-ceplos oleh keduanya. Lagu “Wish You Were Here” yang menceritakan sepasang kekasih berjauhan dan hanya bisa menatap rembulan yang sama di tempat yang berbeda, mereka bawakan dengan mesra. Lagu jawa dolanan bocah “Padang Bulan” juga mereka tampilkan. Permainan akustik lagu itu itu terasa pas untuk malam romantis di bawah cahaya purnama. Ya, alam begitu bersahabat malam itu. Setelah hujan deras seharian, malam itu langit cerah dan bulan menampakkan wajahnya begitu cerah. Bulan purnama, angin sepoi-sepoi, Candi Borobudur dan alunan musik jazz… terdengar sempurna untuk sebuah malam yang takkan terlupakan.

Syaharani Ecky Lamoh & Matthew Sayerz

Kolaborasi Syaharani Ecky, Lamoh & Matthew Sayerz

Puncaknya, aksi kolaborasi nan apik Ecky Lamoh, Syaharani dan Matthew Sayerz. Meski tak banyak lagu yang dibawakan masing-masing performer karena keterbatasan waktu, namun acara Borobudur Jazz Festival 2012 di Taman Lumbini Candi Borobudur terbilang sukses meski tak dapat dipungkiri masih terdapat kekurangan disana sini. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) selaku yang punya hajat sengaja memilih lokasi ini karena dirasa tepat untuk memadukan unsur budaya dan musik jazz yang berpadu dalam eksotisme. Can’t wait for the next better event !!

3 thoughts on “Borobudur Jazz Festival 2012 : Kala Nada dan Budaya Seirama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s