Kuala Lumpur – Melaka by Bus


Malaka Trip Part 1

Mungkin ini cerita yang sudah sangat biasa bagi para pejalan. Namun karena banyak teman-teman yang belum pernah kesana dan bertanya tentang perjalanan ke Melaka, jadi sekalian saya tulis based on my experience. Semoga bermanfaat meski singkat.

Metro Bus KL to Mellaca

Metro Bus KL to Mellaca

Ada yang menyebutnya Melaka, Malaka atau Mallaca. Semua benar kok. Kota kecil ini dinobatkan UNESCO sebagai salah satu world heritage sites. Alasan itulah yang membuat saya dan dua teman; Sisca dan Faiz penasaran berkunjung kesana. Terletak di pesisir barat semenanjung Melaka, Malaysia, kota ini dapat diakses dengan berbagai cara. Bisa dengan pesawat terbang lewat Bandar Udara Batu Berendam atau yang kini dikenal dengan Malacca International Airport, jalur laut dari pelabuhan Malaka, atau jalur darat dengan bus dari Kuala Lumpur, Johor Bahru maupun Singapore.

Kebun Sawit KL to Mellaca

Karena alasan efektif dan efisien [baca: irit] kami memilih menggunakan bus dari Kuala Lumpur. Berangkat dari Terminal Bersepadu Selatan, kami menggunakan Metro Bus seharga 9 Ringgit. Ada banyak operator bus yang melayani rute Kuala Lumpur – Melaka PP. Diantaranya Metro Bus, Transnasional, Delima Express, dll. Bus-bus itu berangkat setiap 30 menit s/d 1 jam sekali secara bergantian. Perjalanan menuju Malaka ditempuh dalam waktu antara 1,5 s/d 2 jam tergantung traffic dan kecepatan. Bus melaju di jalan tol yang lebar dan mulus. Nothing’s special during the trip. Landscape di kiri dan kanan kebanyakan hanyalah kebun sawit. Sesekali terlihat alat-alat berat yang sedang melahap bukit untuk dijadikan kompleks real estate ataupun perluasan lahan kebun sawit. So, mending buat tidur aja, istirahat.

Panorama Bus Melaka

Panorama Bus Melaka

Tiba di terminal Melaka, perjalanan dilanjutkan dengan bus kota. Mostly disini “Panorama Bus” namanya. Ada banyak jurusan ke berbagai daerah di Malaka. Waktu itu kami sempat kebingungan mengenai Panorama Bus yang mana yang harus kami ambil. Pasalnya, orang-orang di terminal tidak tahu dengan tujuan yang kami maksud. Ketika saya sampaikan kami ingin ke Stadthuys, mereka semua menggeleng. Saya bilang: Melaka Heritage Center, mereka mengernyitkan dahi. Nggak kehabisan ide, saya tunjukkan foto kota tua Malaka. Dan spontan mereka semua tertawa sambil bilang: “Ohh ini Bangunan Merah pakcik” kami pun langsung didorong-dorong ke sebuah Panorama Bus bertuliskan rute Bangunan Merah yang sedang parkir siap diberangkatkan.

Daftar Hotel Murah di Melaka

Inside Panorama Bus Melaka

suasana di dalam Panorama Bus Melaka

Tak berapa lama menunggu, bus kecil dua pintu ini pun penuh sesak oleh penumpang. Sesaknya ujubilah malah. Sistemnya begitu naik, kita bayar ke supirnya langsung. Tarif kala itu 1 Ringgit per orang. Isinya mulai dari penduduk lokal etnis melayu, chinese, india, bule, dll. Awalnya seru sih nguping berisiknya obrolan aneka bahasa, tapi lama-lama eneg juga bau aroma dari beragam ras manusia di bus kecil itu hahaha. Perjalanan dari terminal menuju pusat kota memakan waktu sekitar 30 menit. Alternatif transportasi selain menggunakan Panorama Bus adalah dengan Taksi. Tarifnya sekitar 10-15 Ringgit one way. Tawar-tawaran aja dulu biar dapat murah.

Ketika bus memasuki jalanan yang agak sempit dengan bangunan kuno bergaya abad pertengahan berwarna merah bata di kiri kanannya, itu artinya sampailah kita di kawasan Bangunan Merah dengan landmarknya yang paling terkenal yaitu: Stadthuys. Silakan turun dan selamat berwisata.

Note: untuk mencari bus yang melayani seluruh rute di Malaysia, bisa coba cek via http://www.busonlineticket.com just one click away, easy & no booking fee. Semoga membantu !! | #bukanpostinganberbayar 😀

#LandtripMalaya ~ To Be Continued

20 thoughts on “Kuala Lumpur – Melaka by Bus

    • sekarang pembagian terminal di KL setauku gini:

      Puduraya: untuk jurusan KL ke arah utara kaya Kedah, Perlis, Trengganu, Kelantan, Selangor, Perak

      Terminal Bersepadu Selatan: untuk jurusan KL ke arah selatan kaya Negeri Sembilan, Melaka, Johor, Singapore

      • owalah hahaha gini:
        dari bugis kamu menuju Golden Mile Complex Tower, naik MRT green line ke Lavender atau atau yellow line ke Nicoll Highway trus jalan kaki dikit.

        sebagian besar bus dari & menuju Malaysia depart & arrival nya di situ. harga one way ticket Sgp – Melaka average SGD $ 21-25. good luck 🙂

      • nah bagusnya ke johor dulu atau langsung ke melaka.,. murahan mana ke johor bru dari johor ke melaka atau langsung singapura ke melaka? klo mis langsung dari sing ke melaka, gmna ngurus imigrasinya? budgetnya kria2 brpaan ahhaha sorry nih bnyk pertanyaan

      • in my opinion, better ambil rute yg singapore ke malaka langsung, lebih praktis, simpel & irit waktu. kalau pake ganti bus di johor bahru lebih ribet kayanya.

        masalah imigrasi di woodlands atau tanjung kupang johor bahru gampang kok. semua bus akan berhenti & nungguin penumpangnya antri cap imigrasi. disini kudu cekatan, krn kl lelet bakal ditinggal bus & harus ikut bus yg di belakangnya 🙂

      • mungkin2 aja, walau gak bisa explore semua objek dengan leluasa. time management kuncinya. traveling dengan waktu & budget terbatas lebih aman kalau sebelum berangkat survey yg matang & bikin itinerary kasar, biar disananya tinggal jalan & nggak bingung ini itu

    • salam kenal listi, kebetulan saya belum pernah sampai Ayer Keroh. tapi kalau nggak salah, dari KL naik bus ke Terminal Melaka Sentral via TBS. lanjut ganti bus lokal no 19 ke Ayer Keroh.

      lebih mantabnya, nanya orang lokal di TBS mungkin 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s