Sanggaluri Park Purbalingga, Wisata Edukatif Interaktif


Phyton di Taman Reptil Sanggaluri Park

Weekend getaway kali ini saya memutuskan untuk ngesot ke Kabupaten Purbalingga. Sebuah kabupaten di area Banyumas yang rapi, sejuk dan memiliki potensi agraris melimpah. Maka tak heran jika Purbalingga berkali-kali mendapatkan penghargaan Adipura dari pemerintah. Sabtu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, saya dan teman-teman berangkat ke Purbalingga melalui jalur Temanggung – Wonosobo – Banjarnegara – Purbalingga. Jalur ini kami pilih karena selama perjalanan, selain lebih cepat, mata kami juga dimanjakan dengan indahnya pemandangan lereng Gunung Sumbing, Sindoro dan tepian Sungai Serayu. Meskipun sebenarnya melewati jalur ini seperti naik roller coaster karena jalanan berkelok-kelok, tapi sangat mengasyikkan. Untung teman-teman tahan banting, nggak ada yang jackpot!!

Setelah 4 jam perjalanan atau sekitar pukul 11.00 WIB, kami pun sampai. Sebuah gapura besar bertuliskan : “Selamat Datang di Kabupaten Purbalingga” seolah menyambut kami. Sejauh mata memandang hanya hamparan sawah yang menghijau dengan pematang yang rapi. Damai sekali kota ini, sekilas sih ambience-nya mirip dengan kota kami, Magelang. Mengikuti beberapa papan penunjuk arah dan sesekali bertanya kepada orang di pinggir jalan, akhirnya kami pun sukses sampai tujuan alias nggak nyasar ke Sanggaluri Park. Ya, taman wisata inilah tujuan kami.

Rumah Prestasi Purbalingga Sanggaluri Park

Sanggaluri Park ternyata merupakan singkatan dari Sanggar Luru Ilmu, yang berarti tempat untuk mencari ilmu. Bagus ya namanya… unik, menjual dan ternyata njawani. Sanggaluri Park terletak di Jl Raya Buper Kutasari Purbalingga. Mulanya kami ragu ketika menyusuri jalan masuk ke area ini yang hanya berupa jalan aspal sempit +/- 3-4 M. Bayangkan saja ketika mobil kami papasan dengan rombongan bus pariwisata, ampuun!! Harus minggir mepet ke selokan biar nggak lecet karena gesekan. Kiri dan kanannya pun masih sawah-sawah yang dialiri air jernih. Banyak juga terdapat kolam ikan, sebagian masih menerapkan sistem Mina Padi.

Sesampainya di area parkir, ternyata lumayan ramai juga. Banyak rombongan bus-bus pariwisata baik dari wilayah Jawa Tengah maupun Jawa Barat bagian timur seperti Ciamis dan Cirebon. Ini kami yang kuper karena baru tahu ada Sanggaluri Park atau rombongan2 dari jauh ini yang kurang kerjaan? Hehe mungkin bukan dua-duanya. Kami semua disini ingin menambah ilmu dan mendekatkan diri dengan alam pastinya. Setelah memastikan alarm mobil berfungsi dengan baik, kami pun bergegas menuju loket penjualan karcis masuk. Ternyata hanya bayar Rp. 10.000 per orang. Murah!!

Sejujurnya, tujuan utama kami disini adalah mencoba mengalahkan rasa takut terhadap hewan-hewan reptil seperti ular, iguana dan biawak yang katanya dibiarkan bebas di kandang reptil dan kita bisa berinteraksi dengan hewan-hewan itu. Kami semua phobia terhadap reptil. Tentu penyebabnya bermacam-macam antara lain takut digigit, jijik, geli dan trauma masa lalu.

Insect Collection Sanggaluri Park

Begitu masuk kita disambut dengan gemericik air mancur dengan ikan-ikan yang asyik berenang kesana kemari. Memasuki zona pertama, Reptile & Insect Park berisi kotak-kotak kaca seperti akuarium yang berisi berbagai macam ular, katak, iguana, kura-kura dan bunglon. Kasihan juga sih, hewan-hewan cantik itu tidak dapat bergerak bebas karena dikurung dalam kandang. Tapi paling tidak, mereka lebih terawat disini karena supply makanan terjamin dan mendapatkan perhatian dari dokter hewan. Sementara di ujung ruangan, ratusan jenis serangga yang telah diawetkan tertata rapi dalam frame-frame kaca. Dari kupu ngengat sampai kupu gajah ada disini. Kumbang, capung, lalat dan banyak jenis serangga lain menghiasi museum ini.

Keluar dari ruangan itu, kami masuk ke area interaksi langsung dengan reptile-reptile yang menjijikkan itu. Tapi mau tidak mau, sudah terlanjur jauh-jauh sampai Purbalingga masak sia-sia begitu saja. Dengan sok cool kami masuk satu per satu. Merinding juga sih lihat ular, iguana dan biawak berkeliaran bebas. Dengan dibantu sang pawang, proses inisiasi dan pengenalan berjalan dengan aman meski awalnya kami semua takut-takut jijik hehehe. Setelah berhasil menaklukkan rasa takut akan reptile, kami pun gantian berfoto bersama ular-ular sontoloyo itu dan biawak besar yang sudah jinak. Mission Accomplished!!

Fahmi di Taman Reptil Sanggaluri Park

Setelah menjalankan misi utama “berkenalan” dengan ular-ular dan biawak, kami melanjutkan menyusuri jalan setapak menuji ke area selanjutnya. Terdapat sebuah rumah kecil yang bertuliskan Rumah Boneka Lintang. Berbagai macam boneka ada disini. Mulai dari barbie sampai boneka siwur gantung alias jelangkung. Beberapa meter dari rumah boneka, sebuah bangunan tempat penyimpanan semua tanda penghargaan yang diterima oleh Kabupaten Purbalingga. Rumah Prestasi Purbalingga. Disini kita dapat mengetahui apa saja prestasi yang telah diraih kota kecil di kawasan Banyumas ini. Disampingnya terdapat Museum Uang dari berbagai zaman dan bahkan berbagai negara. Mulai dari jaman majapahit, penjajahan belanda, jepang, masa kemerdekaan hingga uang yang masih berlaku saat ini. Satu hal yang menarik di museum ini, terdapat uang kertas pecahan nominal 50 Milyar dari negara Yugoslavia. Bisa kaya mendadak kalau memiliki selembar uang kertas ini. Selain itu ribuan jenis perangko juga dipajang disini.

Sanggaluri Park Purbalingga merupakan sebuah kompleks wisata edukasi terpadu. Kawasan yang cukup luas dan belum optimal pengembangannya membuat kami sedikit merasa tidak nyaman ketika harus berpindah dari satu area ke area lainnya. Sebagai contoh, jarak antara Museum Uang cukup jauh dengan Museum Wayang & Artefak serta Wahana Iptek. Hanya berupa jalan setapak yang di kiri dan kanannya ditumbuhi pohon yang terbilang belum rimbun. Mungkin payung akan berguna ketika berkunjung ke Sanggaluri Park saat hujan maupun panas.

Museum Wayang & Artefak Sanggaluri Park

Ada lagi bangunan lain yaitu Museum Wayang. Disini kita dapat melihat berbagai macam koleksi wayang dari berbagai daerah di Indonesia. Si Cepot dengan gigi kelincinya yang dengan mudah langsung dikenali. Di ruangan ini terdapat juga koleksi artefak jaman purba seperti kapak batu & beliung serta pecahan meteorit. Ada juga aneka wahana Iptek yang dapat kita coba dan praktekkan. Berbagai macam hukum alam yang pernah dipelajari baik dalam pelajaran matematika, fisika, kimia maupun biologi. Seperti teori bayangan, bunyi, gerak, gesek, anomali air dan listrik. Sayang siang itu cukup ramai jadi kami tidak sempat mencoba semua.

Tak terasa karena terlalu asyik, perut mulai keroncongan. Saya dan teman-teman pun memutuskan untuk keluar dari Sanggaluri Park dan mencari tempat makan. Selesai makan, kami menuju ke objek wisata lain di Kabupaten Purbalingga ini. Kemana? Tunggu cerita selanjutnya 🙂

Jangan Lewatkan Harga Tiket Pesawat Termurah di Wego.co.id !!

Visit Jawa Tengah 2013 ~ Sanggaluri Park Purbalingga

Alamat : JL. Raya Kutasari Purbalingga
Telp : 0281 – 7664758, 0281 – 6599296
Fax : 0281 – 6599296
Email : reptile_insectpark@yahoo.co.id

PETA SANGGALURI PARK

Advertisements

10 thoughts on “Sanggaluri Park Purbalingga, Wisata Edukatif Interaktif

  1. gan, ane mau tanya nih.. sanggaluri didirikan kapan ya.? sejarah singkatnya ya kalo bisa.. hehehe..

    • maaf gan, kebetulan saya juga cuma pengunjung yang lalu bercerita lewat blog pribadinya, bukan pengelola Sanggaluri Park. kalau mau info lebih jelas mungkin bisa nanya langsung ke information center disana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s