Teluk Kiluan Lampung, Rumah Lumba-Lumba – Guest Post


Kali ini #DestinationAnywhere kedatangan tamu dari pulau seberang. Seorang teman saya dari Lampung, Anjas Maheswara ingin berbagi cerita tentang salah satu potensi wisata di daerahnya yang sekarang mulai hits. Yup! Teluk Kiluan! Saya sendiri belum pernah kesana, semoga suatu hari nanti. Dan berikut kisah Anjas yang dikirimkan via email kepada saya beberapa waktu lalu. Cekidot:

Teluk Kiluan Lampung, Rumah Lumba-Lumba

teluk kiluan lampung

Kali ini saya ingin berbagi cerita buat para traveler yang suka dengan laut. Ada yang sudah pernah ke Teluk Kiluan Lampung? Apa yang terbayang kalau denger nama tempat itu? pasti tentang Lumba-lumba lucu yang sedang berenang di laut lepas. Padahal disamping melihat lumba lumba masih banyak spot menarik dan berbagai aktifitas yang gak kalah seruuu…

Teluk Kiluan merupakan surga tersembunyi yang terletak di Kab Tanggamus Lampung. Airnya masih bersih dan pemandangannya cakep banget, cocok buat yang gemar bertualang ataupun menjalin kasih… #eaaa #pret

Sekitar Maret 2013 lalu saya berangkat ke Teluk Kiluan menggunakan jasa travel agent. Saat itu cukup bayar 500 ribu doang. Sudah disiapan transportasi PP dari Bandar Lampung, makan layak, penginapan, perahu Jukung dan guide untuk dua hari satu malam. Jadi nggak perlu ribet lagi.

Perjalanan dari Bandar lampung menuju Teluk Kiluan sekitar tiga setengah jam dengan medan yang relatif bagus. Tapiii… satu jam sebelum sampai lokasi, jalannya lumayan agak bergelombang karena  agak rusak, aspalnya mengelupas… (kulit kaleee, mengelupas). Sepanjang perjalanan mata saya dimanjakan dengan pemandangan khas pantai dan perumahan warga yang masih tradisional.

jalan menuju teluk kiluan

Setibanya di lokasi, saya dan peserta yang lain langsung makan siang di pinggir pantai dengan lauk ikan tongkol yang masih segar, fresh from the sea!! Ditambah dengan sambal yang super pedas, menjadikan makan siang kala itu benar² mantab.  Setelah makan & beres-beres dipenginapan kami semua langsung menuju ke Pantai Laguna.

Dari penginapan ke Pantai Laguna ditempuh dengan jalan kaki sekitar setengah jam melewati kebun kopi warga. Begitu sampai, ampun dah pantainyaaaa!! Pasir putih tapi dengan ombak yang cukup besar. Wajar aja sih, karena laut disini bagian dari Samudra Hindia. Setelah puas main ombak di pantai kami diajak menuju ke lokasi lain yang berjarak sekitar 10 menit dengan berjalan kaki. Sebuah cekungan besar bagaikan sebuah kolam alami. Tanpa basa-basi kami langsung nyebur di laguna. Berasa dikolam renang pribadi yang bersebelahan langsung dengan laut lepas. Jangan khawatir, berenang disini relatif aman, karena dibatasi dengan batu karang yang besar.

Ingin Liburan? Dapatkan travel deals terbaru di Wego.co.id !!

sunset teluk kiluan

Setelah capek seharian maen air dan berenang kami semua kembali ke penginapan dan duduk di dermaga sambil menikmati moment sunset yang magis itu. Air laut di kawasan teluk relatif tenang, rasanya damaiii banget. Lupakan sejenak beban hidup hehe.

lumba lumba teluk kiluanPagi harinya, adalah moment yang paling ditunggu. Jam 6 pagi kami semua sudah siap naik Jukung atau perahu kecil, satu Jukung untuk 3 orang dan kami semua menuju ke tengah laut untuk mencari… lumba lumba!! Yeay!! Pelayaran mencari lumba lumba relatif cukup melelahkan. Hari itu, sudah lebih dari satu jam kami tak menemui satu pun. Saat hampir desperate, tiba-tiba dari perahu yang lain teriak melihat lumba-lumba. Akhirnya kami semua menuju kesana puluhan lumba-lumba berlompatan di permukaan laut. Subhanallah!! Oiya, ada tips dari guide kami, best time to visit Teluk Kiluan antara bulan Mei sampai Agustus, karena pada bulan² itu adalah masa ikan Tongkol. Secara lumba-lumba hobi banget makan ikan tongkol juga, kaya kita hehe…

Bahagia banget lihat lumba-lumba berenang bebas di alamnya. Berenang sekencang-kencangnya. Jadi keinget saudaranya yang kurang beruntung di sirkus lumba-lumba keliling yang harus hidup di kolam kecil menjadikan ruang gerak terbatas, hidup di air klorin, menahan lapar karena tergantung pawangnya dan harus dipindahkan kesana kemari dari kota satu ke kota lain dengan cara yang semena-mena. Sedih ya… Hal² seperti ini yang kadang kurang disadari oleh masyarakat awam, perlakuan dibalik pertunjukan sirkus lumba-lumba.

Ini apa banget deh dari cerita ngetrip ke Teluk Kiluan jadi melow gara-gara sirkus lumba-lumba keliling. Hmm balik lagi ke cerita tripnya. Akhirnya setelah (belum) puas liburan di Teluk Kiluan, kami semua kembali ke Bandar Lampung. Kalau mau pada liburan kesini, jangan lupa bawa lotion anti nyamuk juga ya. Mending preventif daripada bentol-bentol.

dermaga teluk kiluan lampung

Mau traveling ke Kiluan secara mandiri bisa-bisa saja. Tapi kalau nggak mau ribet saya  rekomendasikan ikutan paket travel agen Kiluan Dolphin Trip. Twitternya @KiluanDTrip,  mau nanya² dulu? Boleh! Telepon aja 081578143288 atau add pin BB 21a55bc0. Sampai ketemu di Teluk Kiluan teman 🙂

9 thoughts on “Teluk Kiluan Lampung, Rumah Lumba-Lumba – Guest Post

  1. Jadi inget saat pulang dari sini, mobil gw ngakbisa nanjak sampai mesti ban belakang nya di rantai agar mencengkram di tanah.

    Kiluan mmg mempesona, 6 th yg lalu masih sangat sepi sekali tapi sekarang dah rame dan masih tetep mempesona 🙂

  2. Aku pengen ke sini tapi males jalan darat dari Jakarta-nya. Numpak montor mabr larang. Aku kudu piye mi?

  3. Itu agen dari lampung ya? Soalnya saya tinggal di Lampung, cari2 info kebanyakan start dari jakarta..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s