Siem Reap ~ The Lost City


Cambodia Trip Part 2

angkor wat siem reap cambodia

little monks in Angkor Wat

Sudah sejak lama saya memiliki keinginan untuk berkunjung ke Siem Reap, Kamboja, melihat dengan mata kepala sendiri keagungan candi-candi yang ada disini. Dan Alhamdulillah kesampaian pada bulan Mei lalu. Selepas dari airport, saya langsung menuju ke hostel untuk meletakan backpack saya. Setelah beres, siang itu juga langsung menuju ke kompleks Angkor yang ada di utara kota Siem Reap dengan naik tuk-tuk. Panas terik tak menyurutkan niat saya untuk menjelajahi setiap sudut candi-candi di Siem Reap. Sudah sampai sini, ya harus dipotimalkan.

Untuk yang belum pernah berkunjung ke kompleks Angkor Archaeological Park, gambaran mudahnya gini: kompleks ini sangat luas, bahkan di dalam kompleks terdapat kompleks lagi yang ditandai dengan gerbang/gapura kuno & pagar batu. Saking luasnya, bisa dibilang ibarat sebuah kota yang hilang. Terletak sekitar 5 Km dari pusat kota, berupa hutan belantara dengan pohon-pohon besar yang rimbun namun sudah ditunjang infrastruktur jalan beraspal. Nah, di dalam hutan tersebut terdapat ratusan candi berukuran besar maupun kecil, baik yang masih utuh, reruntuhan maupun yang tinggal berupa puing-puing. Batuan penyusun candinya pun berbeda-beda jenisnya, karena juga berbeda masa pembuatannya. Dibangun ada sekitar abad ke 7 s/d 13 Masehi dibawah dinasti yang berbeda-beda pula. Satu hal lagi, candi-candi tersebut memiliki aliran yang beragam, yaitu hindu dan budha. Sangat unik!

Sebelum memasuki kompleks, para wisatawan diwajibkan membeli tiket masuk di pos. Ada 3 macam tiket, one day pass seharga 20 $, three days pass 40 $ dan seven days pass 60 $. Mengapa sampai ada seven days pass, karena untuk bisa khatam menelusuri setiap sudut kawasan ini tidak akan cukup hanya dengan satu hari kunjungan. Yang gokil adalah, di tiket masuknya terdapat foto diri kita. Jadi bisa sekalian bisa buat kenang-kenangan. #yakali #edisingirit #okesip. Dan bagai raja sehari, saya menguasai tuk-tuk nya pakdhe Vanny sendirian karena si teman baru, Daphne dan Louis nggak jadi barengan. Setelah membeli tiket, saya langsung eksplorasi kompleks Angkor dengan semangat 45!!

Jangan Lewatkan Harga Hotel Termurah di Wego.co.id

1. Angkor Wat

angkor wat siem reap cambodia

Angkor Wat Entrance

Spot inilah yang saya kunjungi pertama kali. Dari kejauhan terlihat sebuah danau buatan yang sangat luas atau yang dalam bahasa Khmer disebut Baray. Ditengahnya terdapat candi yang tinggi menjulang diantara pepohonan yang rimbun. Secara visual, Angkor Wat begitu memanjakan mata terutama bagi pecinta seni dan arsitektur. Tiga tingkatan candi yang super luas dengan lima menara berbentuk mirip kuncup teratai di puncaknya setinggi 65 meter dari atas permukaan tanah. Breathtaking!! Jujur, begitu masuk saya cuma wah woh wah woh aja, persis kaya orang kampung bojong kenyot pertama kali masuk ke Grand Indonesia hahaha.

Angkor Wat dibangun pada masa dinasti Suryavarman II, awal abad ke 12 dengan corak agama Hindu yang diperuntukkan sebagai penghormatan terhadap dewa Wisnu. Di level pertama, dinding candi berhiaskan relief Apsara, cerita-cerita mitologi hindu, pembanguan Angkor Wat dan perang dengan kerajaan Champa. Sedangkan di dinding selatan, reliefnya menceritakan surga & neraka.

Di level kedua, tidak terlalu banyak relief lagi. Hanya lorong-lorong pengap yang dihiasi patung budha yang sudah tidak utuh lagi. Yang paling spektakuler adalah level ketiga dimana terdapat lima menara lotus. Untuk bisa naik ke puncak saya harus naik tangga kayu dengan sudut kemiringan mencapai 60 derajat! Hampir vertikal!! Kaki ini terasa gemetar ketika harus menapaki satu per satu tangga dibawah terik matahari Kamboja yang menyengat. Tapi, begitu sampai diatas, perjuangan itu terbayar lunas dengan pemandangan yang luar biasa. Dari puncak Angkor Wat kita bisa menikmati pemandangan lebatnya hutan di kawasan Angkor Archeological Park ditemani semilir angin yang membuai mata.

Meskipun Angkor Wat ini candi Hindu, namun karena mayoritas masyarakat Kamboja adalah pemeluk Budha, maka sekarang dimanfaatkan sebagai salah satu tempat suci umat Budha. Dengan kemegahan, keunikan dan sejarahnya ini, maka tak heran jika Angkor Wat masuk dalam situs warisan dunia UNESCO pada tahun 1992.

2. Angkor Thom

Angkor Thom South Gate

South Gate of Angkor Thom

Merupakan sebuah kompleks candi yang sangat luas, sekitar 3 Km persegi. Angkor Thom beraliran Budha dan dibangun pada masa raja Jayavarman VII yang terkenal suka membangun berbagai candi dan monument pada masa pemerintahannya di akhir abad ke 12.  Saya masuk melalui gerbang selatan. Sebuah gapura kuno nan megah berpahat empat wajah dengan puluhan patung pendamping berjajar memanjang. Di dalam kompleks ini terdapat banyak candi dan pusat ibukota kerajaan. Kalau ada waktu lebih, tak ada salahnya mampir ke Phnom Bakheng yang letaknya di kiri jalan sebelum gerbang selatan Angkor Thom.

3. Bayon

Bayon Temple Angkor Wat Siem Reap

Bayon Temple

Candi ini terletak di kompleks Angkor Thom dikelilingi pohon yang sangat tinggi dan lebat. Arsitekturalnya agak unik, terdiri dari 37 menara dan beberapa diantaranya berpahatkan empat wajah. Di level paling bawah sisi selatan, terdapat hiasan relief yang menceritakan perang di laut antara kerajaan Khmer dengan Champa. Sementara di sisi yang lainnya menceritakan tentang daily life masyarakat kala itu, seperti kelahiran bayi, suasana pasar dan permainan tradisional. Sayang, hujan deras mengguyur saat saya berada disini. Jadi tidak sempat explore sampai sisi barat. Kata orang-orang lokal, beginilah cuaca di kompleks Angkor, disaat panas terik membakar kulit tiba-tiba awan berubah dengan cepat menjadi gelap dan turun hujan. Namun tak lama, reda kembali. Aneh.

4. Baphuon

Baphuon Temple Siem Reap, Sleeping Budha, Reclining Budha

Baphuon Temple

Salah satu favorite saya karena begitu melihat pertama kali, saya langsung terkesima dengan gaya arsitekturnya. Sebuah jembatan batu nan panjang yang ditopang ratusan pilar batu tertata rapi menuju candi. Saya terheran-heran dengan betapa presisinya bangunan itu, padahal teknologi kala itu belum secanggih sekarang. Uniknya, meski candi Baphuon beraliran Hindu namun di sisi barat terdapat patung raksasa Budha tidur yang ditambahkan pada abad ke 16. Raja Udayadityavarman II membangun Baphuon pada abad ke 11. Candi ini direstorasi sejak tahun 90an, baru saja selesai dan dibuka untuk umum pada 2012 lalu.

5. Royal Palace Area

Reruntuhan Angkorian Royal Palace

Reruntuhan Angkorian Royal Palace

Merupakan pusat dari kompleks Angkor Thom. Konon disinilah pusat kerajaan Angkor pada sekitar abad ke 10-11. Menurut cerita dari penduduk lokal, bangunan kerajaan dahulu terbuat dari kayu, maka saat ini yang tersisa hanya bebatuan pondasi dan beberapa candi pendukung saja. Namun meski hanya pondasi saja, sangat terasa aura keagungan kerajaan pada masa lampau. Bagai menggunakan mesin waktu, akan mudah membayangkan bagaimana megahnya kerajaan ini pada masa kejayaannya. Bagian-bagian yang masih tersisa hingga sekarang adalah Terrace of the Elephants, Phimeanakas (berupa pyramid dari batu pasir) dan Terrace of the Leper King. Di depan istana terdapat lapangan yang sangat luas dan terdapat 12 candi kecil berjajar parallel yang disebut Prasat Suor Prat.

Elephants Terrace, Royal Palace Complex, Siem Reap, Cambodia

Elephants Terrace, Royal Palace Complex

6. Ta Phrom

Berjarak sekitar 3 Km dari kompleks Royal Palace. Tuk-tuk yang dikendarai Vanny terus melaju melewati Victory Gate meski hujan kembali turun sore itu. Sepanjang perjalanan menuju Ta Phrom saya melewati beberapa candi kecil seperti Chau Say Tevoda, Thommanom, Spean Thma dan Ta Keo. Namun karena waktu yang sudah mepet, jadi saya tidak sempat berhenti di candi-candi tersebut. Sayang juga sih, tapi mau gimana lagi, kawasan Angkor hanya buka sampai jam 18.00 saja. Jadi harus pintar-pintar mengatur waktu kunjungan dan selektif memilih spot.

Kenangan akan eksotisme kompleks Ta Phrom membekas dalam ingatan saya. Begitu memasuki gerbang  pengunjung langsung disambut alunan suara musik khas Khmer dari para korban perang yang anggota tubuhnya sudah tidak utuh lagi. Antara kagum namun menyayat hati. Aura tempat ini terasa begitu kuat bagi saya. Nuansa hutan lebat dengan reruntuhan candi-candi kecil yang tak berdaya “dimakan” oleh kekarnya akar-akar pohon berusia ratusan tahun menambah mistis suasana. Saking asyiknya menelusuri relief candi-candi ini, saya sempat nyasar ke sisi kompleks yang jauh dan sepi, bukan jalur wisatawan. Saya baru tersadar setelah tiba-tiba bulu kuduk saya berdiri tanpa sebab. Setelah tengok kanan kiri… lho kok… nggak ada siapa-siapa. Baru beberapa saat setelah itu saya kembali menemukan jalur wisatawan lagi.

Karena keunikannya, Ta Phrom ternyata menggelitik sutradara Holywood kenamaan untuk menjadikannya sebagai sala satu setting film Lara Croft: Tomb Rider yang dibintangi oleh si bibir seksi Angelina Jolie pada tahun 2007.

Hari sudah menjelang gelap ketika saya beranjak meninggalkan Angkor Archeological Park. Ta Phrom adala kompleks candi terakir yang saya kunjungi. Rencananya saya akan mengakhiri penjelajahan hari itu dengan menikmati sunset dari atas candi Phnom Bakheng. Namun alam berkata lain, tiba-tiba hujan deras kembali mengguyur Siem Reap. Jadilah saya putuskan untuk segera kembali ke kota mencari restoran halal dan menuju hostel untuk bersiap menikmati suasana Angkor Night Market sebelum pada tengah malamnya, saya akan langsung menuju Phnom Penh menggunakan midnigt bus.

Siem Reap, sebuah propinsi di Kamboja yang menyimpan berjuta sejarah bangsa dari masa ke masa. Saya bertekad untuk kembali kesini lagi suatu hari nanti. Mengunjungi candi-candi eksotis yang berada diluar kota ini. Siem Reap, thanks for having me…

Referensi: Siem Reap Visitors Guide, Canby Publications, Licensed Under Ministry of Information, Kingdom of Cambodia, 158 pages

Jangan Lewatkan Harga Tiket Pesawat Termurah di Wego.co.id !!

To Be Continued…

Advertisements

23 thoughts on “Siem Reap ~ The Lost City

  1. Akhirnya serial Kamboja lanjut juga…. dan bikin aku tambah ngiler hiks…
    Lihat gambar jembatan di Baphuon kaya de javu, apa dulu sebelum reikarnasi untuk kesekian kalinya, aku pernah nyebrang di sana ya? #halaahh 😀

  2. Waaahhhhh yang ada akar pohonnya itu keren sekali! 😀
    *mupeng pengen kesana juga*

    Eh tetep ya, klo nampang di foto, selalu ambil posisi pinggir hehhehhee

    • Kompleks Ta Phrom emang paling keren menurutku mbak. Auranya mistis2 gimanaaa gitu. Adu kekuatan antara akar pohon2 tua yg mencengkeram bebatuan candi yg semakin rapuh dimakan jaman.

  3. Diangkor ini yg ngak tahan hanya panas dan debu nya yg bener2 bikin batuk, tp jadi serba salah kalo di beri hujan malah ngak bisa jalan2.

    Seru juga perjalanan nya, sendirian lagi hehehe, kalo gw sendirian dah pasti males karena ntar ngak ada yg motoin 🙂

    • serba salah disini, panas kepanasan, hujan jadi kacau nggak bisa eksplore. kuncinya apapun cuacanya, enjoy aja 🙂

      tapi kapan² tetep kudu dicoba jalan sendiri deh mas, kalau masalah foto kan ada tripod, self timer & traveler lain. kemarin aku gantian fotoin gitu, simbiosis mutualisme 😀

  4. Satu pertanyaan (ngga) penting, Mi ..

    Kan kamu jalan sendiri tuh ya, kok bisa tetep foto2 narsis ?
    Pegimane caranyaaa ?

    *nyimak tips, siap2 kalo solo trip lagi, biasanya ngga pernah punya muka di album foto soalnya*

    • jawaban (nggak) penting:
      ini tipsnya:
      1. kenalan sama traveler lain, minta tolong difotoin, lalu menawarkan untuk gantian fotoin dia
      2. Cari spot bagus, pasang self timer
      3. Bawa tripod kecil
      4. Kalau mbak zou solo traveling & gak ada foto diri padahal pengen banget, silakan di sotoshop hahaha

      demikian :p

  5. Untuk bisa naik ke puncak saya harus naik tangga kayu dengan sudut kemiringan mencapai 60 derajat! <- pake busur merk apa Mi? Aku kok ngukurnya 67,5 derajat (celcius) ya.. *abaikan* :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s