Farewell Siem Reap


Cambodia Trip Part 3

Bus From Siem Reap to Phnom Penh

Beginilah nasib kalau jadi korban tiket promo nya si merah, Air Asia. Belinya udah sejak jaman kapan, baru berangkat ngetrip kapan. Lama banget maksudnya… Jadi kita tidak tahu kondisi pas hari H keberangkatan & kepulangan. Gambling aja gitu. Nah, waktu beli tiket untuk Cambodia Trip ini, saya asal beli. Nggak mikirin di Siem Reap mau ngapain, mau kemana aja, better stay berapa lama, dst. Saya pikir satu hari disana akan cukup, karena teringat cerita @hastinoque & @ganjar_memo yang sudah kesana duluan. Mereka pernah bilang, “Siem Reap itu kota kecil kok, jadi sehari aja cukup”. Iya sih, kotanya emang kecil, tapi… kawasan arkeologi nya yang luas banget dengan ratusan spot menarik. Itu yang belum saya ketahui sebelum berangkat. Jadinya saya putuskan untuk hanya 3 hari di Kamboja.  Landing di Siem Reap, seharian ngubek-ubek Kompleks Angkor, malam harinya lanjut overland ke Phnom Penh dengan bus, dan hari selanjutnya explore Phnom Penh sampai malam, baru deh paginya flight balik ke Kuala Lumpur.

Proses Pembuatan Khmer Scarf

Proses Pembuatan Khmer Scarf

Berat rasanya ketika sore menjelang magrib, tuk-tuk saya beranjak meninggalkan kawasan Angkor. Berjalan pelan melewati beberapa candi di kiri kanan jalan yang “harus” saya lewatkan begitu saja. Semilir angin sore menambah melow suasana. Belum puas menjelajahi setiap jengkal candi-candi kuno ini. Tapi saya harus segera kembali ke pusat kota untuk melanjutkan perjalanan.

Sebelum sampai ke hostel, saya minta supir tuk-tuk untuk mencari restoran halal di Siem Reap. Diantarlah saya ke resto milik Haji Naseat Ali yang ternyata lokasinya tak jauh dari hostel. Sekotak nasi putih dengan sebungkus sup ikan bumbu pedas saya tebus seharga USD 4 $ untuk dimakan di kamar sore itu. Nikmatnya… Next time Insyaallah akan saya ceritakan di postingan tersendiri tentang Cambodian Muslim Restaurant milik beliau. Recommended !!

Garden Village Guesthouse menjadi pilihan saya untuk stay sementara di Siem Reap. Usai mandi, dalam keadaan rintik gerimis, dari kejauhan terdengar sayup-sayup suara adzan magrib. Entah kenapa pelupuk mata ini tiba-tiba terasa penuh, syahdu sekali. Dalam keadaan termangu sendirian di negeri orang, nggak kenal siapa-siapa, tapi saya masih bisa mendengar kalimat²NYA yang universal itu… :’)

Angkor Night Market

Angkor Night Market

Packing selesai, saya memilih untuk jalan-jalan ke Angkor Night Market yang lokasinya sekitar 300 meter dari hostel. Sempat beli syal khas Khmer titipan @achiedz disini. Ternyata handmade loh, kulitasnya bermacam-macam, tergantung bahan dasar kainnya. Ada sutra, katun dan jenis bahan yang lain. Harganya pun bervariasi, mulai dari USD 1 $ untuk scarf yang kecil dengan bahan kualitas rendah, sampai yang terbuat dari kain sutera dengan harga yang relatif mahal. Khmer scarf memang sangat cocok untuk oleh² ataupun koleksi. | #promosi

Find the best flight rates at Wego.com

Ticketing Office Siem Reap

Ticketing Office Siem Reap

Anyway, ada banyak pilihan bus yang melayani rute Siem Reap – Phnom Penh ataupun sebaliknya. Berikut beberapa diantaranya* :

  1. Giant Ibis. Terkenal dengan servicenya yang bagus dan armadanya yang baru. Harga tiket one way trip nya sekitar USD 15 $, dengan fasilitas snack, air mineral & wifi. Namun Giant Ibis belum ada rute midnight.
  2. Mekong ExpressReputasinya juga nggak kalah bagus. Tarifnya sekitar USD 11 – 13 $. Kata orang lokal, bus yang bisa diandalkan. Tapi belum ada rute malam.
  3. Phnom Penh Sorya Transport
  4. Sokha-Komartep Express
  5. Capitol Tours
  6. Virak Buntham Express
  7. Paramount Angkor Express

*Note: sebelum kamu memilih akan menggunakan bus yang mana, better googling deh reputasi mereka. Tapi review² tersebut jangan ditelan mentah² karena selain belum tentu benar, pastinya pengalaman yang didapat setiap orang akan berbeda.

Virak Buntham Express

Virak Buntham Express – Midnight Bus

Dari beberapa perusahaan bus tersebut, saya disarankan untuk menggunakan bus Virak Butham menuju Phnom Penh karena hanya mereka yang menyediakan jadwal perjalanan yang pas dengan itinerary saya, midnight trip. Sempat khawatir juga sih, karena pernah baca artikel “miring” tentang bus ini. Tapi saya sih enjoy aja, dibikin santai, berusaha menikmati setiap moment dalam perjalanan. Akhirnya USD 13 $ keluar dari dompet untuk membeli tiket bus malam ke Phnom Penh. Belajar dari review², harga segitu masih saya anggap wajar.

Singkat cerita, pukul 23.30 tepat saya dijemput menggunakan sebuah tuk-tuk oleh pihak travel agent tempat saya membeli tiket siang harinya. Fasilitas ini bersifat compliments, jadi free of charge alias gratis. Lumayan lah. Dari hostel, saya dibawa ke pool bus yang ada di pusat kota, bukan di terminal seperti dugaan saya. Setelah menunggu sebentar, pukul 24.00 bus datang. Eh ternyata, bus yang akan membawa saya dari Siem Reap ke Phnom Penh adalah double decker alias bus tingkat. Lantai bawah untuk bagasi & toilet, lantai atas untuk penumpang. Kami antri loading bagasi & naik ke kabin satu persatu. Nggak cuma koper & ransel yang diangkut, sepeda motor pun masuk kedalam bus. Campur aduk di lantai bawah pokoknya.

Virak Buntham Express

Sleeper Bus

Muka para penumpang terlihat kucel & lelah tengah malam itu. Ada rombongan traveler dari Panama, Mexico, Jepang dan beberapa negara lain. Kami bercampur dengan orang lokal yang juga hendak menuju Phnom Penh. Ketika naik ke kabin atas, alas kaki harus dilepas, karena ternyata ini adalah sleeper bus alias bus dengan posisi kursi selonjoran. Sempat terheran-heran juga naik bus ini, karena setahu saya belum ada bus rute reguler di Indonesia dengan sleeper bus seperti ini. Kursi di kabin atas ini pun tingkat, jadi ada dua lapis sleeper seat. Meskipun dapat muat banyak, namun tetap relatif nyaman. Saya dapat seat nomer 14 B, bersebelahan dengan penduduk lokal bernama Khim yang harus segera ke Phnom Penh karena kakeknya meninggal.

Setelah semua penumpang pada posisi, seorang petugas membagikan selimut dan sebotol air mineral. Service lumayan bagus juga nih, batin saya. Pukul 00.30 bus mulai berjalan perlahan meninggalkan Siem Reap menyusuri National Highway 6. Karena saking capeknya, saya langsung tepar dan bangun-bangun saat sudah hampir masuk kota Phnom Penh hehehe.

Matahari sudah membagikan kehangatannya dari ufuk timur saat saya turun dari bus di kawasan riverside. Karena sudah booking di Eighty8 Backpackers Hostel, saya mendapat fasilitas jemputan tuk-tuk gratis dari hostel. Sampai di lobby, saya menemui petugas reservasi kalau mau nitip ransel dulu, dan tanpa sengaja… mata saya membaca sebuah tulisan besar dibelakang meja counter reservasi yang berisi daftar harga paket wisata, rute bus & harganya. Dan… awkward moment adalah ketika ada tulisan: Virak Buntham Express Phnom Penh to Siem Reap: USD 9 $. Padahal saya beli USD 13 $.

K-A-M-P-R-E-T !!!

Penginapan Murah Di Siem Reap

To Be Continued…

amaris pratama - rmdh

30 thoughts on “Farewell Siem Reap

    • Iya, kampret moment banget dah itu! pagi2 masih puyeng motion sickness, belum mandi, laper, dan baca tulisan kalau tiketnya cm 9 $. aku cerita ke orang hostelnya, dia malah ngetawain aku 😐

  1. eh aku juga pernah dapet harga beda tuh, padahal perusahaan busnya sama, waktu itu beli bus KL – Melaka cuma 9 RM, eh masa Melaka – KL 12 RM deh kalo ga salah, padahal sama-sama di counter ticket resmi, aneh yaah?

    • eh iya juga ya, begitupun untuk rute melaka – singapore PP, beda harga walau busnya sama. apa mungkin phnom penh – siem reap juga begitu? entahlah… hanya si supir bus & Tuhan yg tau… #apasih

    • hahaha maklum, postingan ini nggak pake draft alias langsungan di wordpress, jadi diksi nya masih kacau & banyak #typo. kamsia koreksinya pak editor hehehe *salim*

  2. Huwooohhh akun-ku disebuttt… eaaakkk!

    Iya sempet liat tuh tenunnya dibuat. masih tradisional banget, mirip bikin ulos di kampungku sana pun.

    Soal tiket bus. SENASIB kita! Aku juga beli dari supir tuk2 gajebo, USD 15 per orang.
    Ternyata harga aslinya USD 11 aja katanya. HIKSSS!
    Mana drama pulak di busnya, double booking gitu. Akhirnya rusuh tengah malam di sleeper bus. super d’oh.

    But still, i will go back to Siem Reap. Not because of the Angkor Wat or other stone temples nor atmosphere, but more to the cheapest alcohol i ever bought!! Bhihihihik.
    *jampi AA untuk GREAT SALE beneran lagi* =))

    • huahahaha yaawoh jauh² kesana cuma krn pengen mabok, ntar malah nggak bisa pulang gimana coba? :p tapi thanks banget Chiedz, udah mau sharing banyak info di detik² sebelum keberangkatan sehingga perjalanku lancar disana 😀

  3. Pingback: Siem Reap ~ The Lost City | Destination Anywhere

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s