Restoran Halal di Phnom Penh


Cambodia Trip Part 6

Royal Palace - Kingdom of Cambodia

Royal Palace Square

“Tong Hak, kamu tahu Indonesian Embassy nggak?” tanya saya iseng
Dia malah senyam senyum sambil garuk-garuk hidung
“Dimana ya? Aku telpon kakakku dulu ya hehe”
“Nggak usah deh kalau nggak tahu, ntar malah ngerepotin”
“No, no its oke. Kalau nggak salah nggak jauh dari sini kok”

Kemudian dia telepon Polan, kakaknya…..

“Fahmi, kamu mau ke embassy? Mau ngapain? Kesana sekarang nih?”
“Kamu udah tahu arah-arahnya? Yaudah ayo jalan kesana. Tapi aku mau beli Es Tebu dulu, haus”

Begitulah kira-kira obrolan singkat saya dengan Tong Hak, driver tuk-tuk yang mengantarkan saya keliling Phnom Penh hari itu. Entah kenapa, begitu keluar dari Tuol Sleng Genocide Museum, pikiran iseng mau mampir ke kedutaan tiba-tiba muncul. Dan benar saja, ternyata lokasinya tidak begitu jauh dari Tuol Sleng. Meluncurlah saya kesana.

Singkat cerita, disana saya bertemu Pak Ichwan, staff kantor kedutaan Indonesia di Phnom Penh. Sayang, kami nggak bisa ngobrol lama-lama karena beliau harus segera menuju Poi Pet untuk handle WNI yang meninggal disana. Sebelum berpisah, beliau juga memberikan rekomendasi masjid dan restoran halal di Phnom Penh.

Restoran Halal di Phnom Penh

Warung Bali di Phnom Penh

Karena sudah lapar tingkat karesidenan, saya meminta Tong Hak untuk bergegas memacu gas menuju ke arah restoran yang dimaksud. Warung Bali namanya. Sebuah restoran kecil terletak persis disamping kiri kompleks Royal Palace, Silver Pagoda dan National Museum. Tepatnya di C25EO street 178 Phnom Penh. Tak jauh dari The Frangipani Hotel. Dan begitu melihat tulisan “Warung Bali –  Indonesian – HALAL” aduhhhh langsung cesss rasanya hati ini. Pengen segera kalap makan kaya buto ijo. Secara sejak ngesot dari Siem Reap sampai ke Phnom Penh saya nggak berani makan sembarangan karena banyak yang nggak halal. Jadinya perut ini lebih banyak makan roti, apel, susu, air mineral, dan… angin… alias kembung hahaha #okesip #malahcurcol

Begitu saya turun dari tuk-tuk, spontan aja saya teriak “Assalamualaikuuum” berasa lagi mau bertamu ke rumah Benyamin Sueb. Semua tamu yang lagi makan di dalam restoran cuma bengong sambil menatap heran. Maklum, jam makan siang kala itu. Dan sesaat kemudian saya baru sadar, i have to control my attitude, ini negara orang.

Tapi ternyata gayung bersambut. “Waalaikumsalam” salam saya dijawab dari dalam pantry. Bang Kasmin, yang ternyata adalah salah satu pemilik restoran ini lalu mempersilakan saya duduk di meja yang kosong.

“Dari Indonesia?” tanyanya
“Iya bang, kenalin saya Fahmi, anak Magelang yang lagi nyasar di Kamboja”
“Woo lha kok bisa nyasar sampai sini? Abis dari mana aja emangnya?”

Kemudian saya cerita panjang lebar tentang solo traveling singkat saya ke Kamboja. Tak lama, keluarlah seseorang lagi dari balik dapur.

“Lha kalau ini Bang Firdaus namanya, Mi. Yang punya resto ini juga” kata Bang Kasmin
“Halo Bang, salam kenal” seraya tersenyum
“Mau makan apa jadinya? Ini menunya” kata Bang Firdaus sambil menyodorkan buku menu.
“Aku pengen yang seger-seger, di Phnom Penh panas banget yak! Mmmm ini aja deh bang, jus nanas, nasi putih sama tongseng daging”
“Oke siap!! Ditunggu ya”
“Etapi dagingnya halal kan Bang?”
“Tenang, semua makanan disini halal, Mi” Bang Firdaus kembali meyakinkan
“Okesip”
 
Tongseng Daging

Tongseng Daging a.la Kamboja

Sambil menunggu Bang Firdaus memasak makanan yang saya pesan, saya kembali ngobrol dengan Bang Kasmin. Ternyata beliau berasal dari Cilacap dan sudah sekitar 17 tahun terdampar di Kamboja. Awalnya dulu bekerja dibidang telekomunikasi. Ealah, jauh-jauh ke negeri orang ketemunya wong jowo lagi hahaha. Anaknya yang bernama Agus juga ikut tinggal di Phnom Penh. Nah, kalau Bang Firdaus berasal dari Karawang dan sudah lebih dahulu datang ke Kamboja sejak sekitar 20 tahun lalu. Bang Firdaus adalah juru masak di kedutaan Indonesia di Phnom Penh. Setelah sekian lama bekerja dan mengalami beberapa kali pergantian duta besar, akhirnya masa kontraknya habis. Kemudian merintis warung makan maskan khas Indonesia di Kamboja ini. Nggak heran kalau banyak orang yang senang dengan masakan di Warung Bali ini. Terbukti dengan banyaknya pengunjung kala itu, baik dari orang lokal penduduk Phnom Penh, maupun wisatawan luar.

Tak berapa lama, pesanan saya pun datang. Segelas es juice nanas, nasi putih hangat dan semangkuk besar tongseng daging yang wangi bumbu rempah. Tak lupa, secawan sambal terasi menjadi compliment-nya. Kata Bang Kasmin, makan orang Indnesia nggak lengkap kalau nggak ada samblanya. Iya juga sih…

Sesendok kuah tongseng panas masuk ke mulut saya. Wow! Ternyata ekspektasi saya salah. Tadinya saya pikir, ya namanya masakan bukan di daerah asalnya, rasanya mungkin bakalan biasa-biasa saja. Ternyata rasanya otentik dengan yang di Jawa, enak!! Dengan lahap saya habiskan makanan yang terhidang di meja.

Warung Bali Phnom Penh

Bang Kasmin, Saya & Bang Firdaus

Oiya, meski namanya Warung Bali, restoran ini tidak hanya menyediakan menu masakan khas Bali saja, melainkan masakan Indonesia secara umum. Mulai dari rendang, soto, nasi goreng, pecel, dll lengkap. Sengaja dipilih nama itu karena Bali lebih familiar di telinga orang asing. Strategi marketing gitu. Warung Bali buka dari jam 9 pagi sampai 9 malam, jadi aman kalau mau datang pas breakfast, lunch maupun dinner. Kalau untuk harga makanan & minuman tidak perlu khawatir, berkisar antara 1 $ – 4 $ per menu nya (update Mei 2013). Dijamin murah meriah dan yang pasti halal. Makanya kalau pas pada main ke Phnom Penh, silakan mampir kesini. Highly recommended!!

Masjid Phnom Penh Kamboja

Masjid Phnom Penh Kamboja

Selepas berpamitan dengan Bang Kasmin, Bang Firdaus & Agus, saya lalu menuju Masjid Agung nya Kamboja yang terletak di sekirtar riverfront, belakang Phnom Penh Hotel – Preah Monivong Boulevard. Bahagia rasanya melihat kompleks masjid ini sedang dibangunan secara masif atas bantuan dari Dubai. Tak lama lagi, Phnom Penh akan memiliki sebuah masjid yang besar dan bagus. Alhamdulillah…

Eh kalau ada teman² yang ke Phnom Penh, sempatkan mampir ke Masjid ini. Kabari saya perkembangan pembangunannya, penasaran akan seperti apa kalau sudah jadi 🙂

Serial Cambodia Trip ~ T.A.M.A.T

42 thoughts on “Restoran Halal di Phnom Penh

  1. assalamualaikum..waahh..jadi tambah pengen kesana nih. pengen ke angkor watt dan akting kayak Lara Croft (kw 100) gt …makasih tulisannya yak \m/

    • lha mau makan makanan khas sana, banyak menu babi nya mas, meskipun mereka ada daging ayam, ikan atau sapi, tapi kan alat² masak nya sama & belum suci. jadi aku prefer yang jelas² halal aja, main aman hehe

      padahal penasaran pengen makan Amok & Baiy Chha

  2. Waktu saya di Kamboja pernah sehari makan nasi putih doang hehehe, dari awal berangkat gak kepikiran gugling resto halal dan menjelang lapar nemu warung lokal tapi jualannya dicampur2, ayam, babi, dsb. Jadi daripada gak makan beli nasi putih doang hehehe… hari selanjutnya makan di KFC >__<

    • itu nge-trip sekalian puasa mutih Lid? hahaha. Warung Bali ini referensi staff kedutaan pas ak iseng main kesana, secara Bang Firdaus, kokinya, mantan koki indonesian embassy di Kamboja 🙂

  3. wahhh aku mlh ga nemu resto itu..tp pas di Phnom Penh, tuktuk ku malah bawa kita ke restoran malaysia ;p hahaha..halal jg… lumayan enak lah…tp rasanya udh d modif k selera kamboja yg cndrung ga suka pedes 🙂

    • hehe smg warung ini bisa jadi referensi teman2 kalau mau makan halal di kamboja, esp indonesian menu’s

      kmrn smpt liat warung malaysia juga pas muter2 kota. pembangunan di phnom penh jauh tertinggal ya kl dibandingin jakarta…

  4. waahh seru banget nemu warung Indo di Phnom Penh :D, aku jadiin referensi deh kalo trip ke Kamboja 😀

    Waktu itu di Dubai juga nemu rumah makan “Warung Kita” senengnya bukan main, mana masakan padangnya enak bangeettttt :)) :)) lebih enak dari beberapa resto sederhana padang deket kantor malahan hahahahah

    overall gampang nyari makanan halal kan yah di kamboja kak?

    • begitulah rasanya, kalau lagi di negeri orang, kangen masakan indonesia dan tiba2 nemu resto yg jual menu2 favorit kitam wahhh berasa dpt rejeki nomplok

      di Phnom Penh ada bbrp resto menu indonesia, tapi nggak semua 100% halal karena mereka jg serve menu pork 😦 tapi ada juga resto malaysia kok. kalau di kawasan Angkor nggak ada resto halal, adanya di pusat kota Siem Reap nya.

      kalau aku, dimanapun negaranya, patokannya cari masjid dulu, dari situ biasanya ketemu orang2 yg bakal kasih referensi dimana tempat makan yang halal 🙂

  5. Wah wah wah ternyaa ceritanya seru juga ya and mantep deh gak sia sia udah kenal ama si fahmi okuncran ya

  6. wahhh seruuu …masalah makanan halal akhirnya terselesaikan … tahun depan aku mau berangkat ke cambodia dan Laos …mesti mampir nihh ke warung bali …*fiuuhh* makasih yahh info nya

  7. Assalamualaikum,

    Baru pulang dari Kemboja – Vietnam 19 Nov 2013. Masjidnya sudah hampir siap. Disekitar jalan ke masjid inipun, terdapat banyak restoran makanan halal. saya ada gambarnya tapi tak tahu bagaimana nak dimasukkan di sini.

    Salam dari Malaysia.

    • Waalaikumsalam AJ

      senangnya mendapat kabar Masjid Phnom Penh sudah siap digunakan, jadi ingin kembali kesana lagi. Foto masjid boleh di email via page About Me blog ini, atau mention via twitter @fahmianhar. Syukron 🙂

  8. Pingback: Tuol Sleng Genocide Museum

  9. Pingback: Tuol Sleng Genocide Museum | Destination Anywhere

  10. Pingback: My First Solo Traveling | Destination Anywhere

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s