Kunjungan Satu Jam di PB Djarum Kudus


Kaos Seragam Liem Swie King

Kaos Seragam Liem Swie King

Bosan dengan kegiatan weekend yang itu-itu saja, kali ini saya memilih untuk menghabiskan akhir pekan di kota tetangga. Kudus. Kebetulan ada rumah teman disini, jadi saya bisa menumpang semalam. Toh weekend getaway tidak perlu jauh-jauh juga kan? Yang penting refreshing 🙂

Sudah berkali-kali saya mengunjungi kota ini. Namun selalu ke spot-spot yang sama. Ziarah ke makam Sunan Kudus di Masjid Al Aqsa menara Kudus, Masjid Agung di alun-alun, wisata kuliner sate kerbau, soto kerbau, garang asem, dan itu lagi itu lagi. Sampai pada pagi harinya, ketika ngobrol santai di teras rumah dengan Om teman saya itu, beliau bilang:

“Nopo ora dolan nyang Djarum? Stadion kono, ndelok cah badminton”

Artinya, kenapa nggak main ke Stadion Djarum saja, melihat anak-anak berlatih badminton. Sebuah ide cemerlang! Saya tertarik untuk berkunjung ke sana. Kami bergegas menuju GOR Djarum yang terletak di Jl Kudus – Purwodadi Km 3. Searah dengan desa Tanjung Karang yang terkenal sebagai pusat wisata kuliner Lentog Kudus.

PB Djarum Kudus

PB Djarum Kudus

Kompleks bangunan gelanggang olah raga ini terlihat berdiri kokoh. Halamannya cukup luas. Sebuah monumen patung tembaga berupa 2 buah globe bertumpuk dan seorang atlet bulu tangkis terletak di depan main hall. Dalam sekali pengamatan saja, sudah tersirat makna-makna filosofis dari monumen ini. Semangat berprestasi dalam sportifitas.

Untuk masuk ke kompleks PB Djarum Kudus ini tidak diperlukan biaya tiket masuk. Kita hanya wajib melapor di pos security depan, mengisi buku tamu dan meninggalkan ID card yang masih berlaku. Kemudian kita akan diberikan ID card sebagai tanda pengenal di dalam kompleks.

Saya memilih untuk berjalan kaki mengelilingi kompleks ini terlebih dahulu sebelum masuk ke gedung utama. Beberapa atlet bulutangkis putri penerima beasiswa sekolah bulutangkis sedang melakukan warming up lari keliling kompleks. Ternyata lengkap juga fasilitas PB Djarum ini. Mulai dari GOR utama, lapangan pasir, asrama atlet dan berbagai sarana penunjang lainnya.

Usai berkeliling, kemudian saya masuk ke main hall menuju ke GOR utama. Puluhan siswa putrid sedang berlatih di lapangan paling ujung. Ada yang berlatih teknik memukul, latihan beban, stretching, dan ada juga yang sedang duduk gelesotan di pinggir lapangan karena kelelahan. Saya menghampiri salah satu dari mereka.

“Halo dek, namanya siapa? Boleh ngobrol sebentar?”

“Boleh mas, saya Wulan” sambutnya sembari megulurkan tangan

Kulitnya agak legam terbakar matahari. Mukanya agak lusuh bermandi peluh. Rambutnya dikucir kuda. Kami duduk bersila disamping lapangan dan kemudian larut dalam obrolan mengenai sekolah beasiswa calon atlet bulu tangkis ini. Siswa-siswa disini merupakan anak-anak pilihan hasil seleksi ketat dari seluruh Indonesia. Wulan sendiri berasal dari Kalimantan. Masih kelas 1 SMP. Dia rela tinggal jauh dari keluarga demi mencapai cita-citanya. Menjadi atlet badminton professional.

“Emang impian tertinggimu apa, Wulan?”

“Saya pengen ikut mengharumkan nama bangsa ini mas. Pengen dapet emas di Olimpiade suatu hari nanti”

Merinding saya mendengarnya…

Anak sekecil ini sudah mempunyai mimpi “nyata” yang besar. Sangat besar. Saya jadi malu dengan diri saya sendiri. Saat seumuran dia dulu, saya sudah punya mimpi besar apa? Sepertinya belum punya. Bahkan masih sibuk bermain game Mario Bross. | #yaelahbro #lawas #90an

“Terus kalau disini dapat pelajaran sekolah umum nggak? Kaya IPA, IPS, Bahasa, Matematika, dll”

“Setiap pagi kita sekolah dulu kok. Dari jam 7 sampai jam 10. Setelah itu kita kembali ke asrama untuk latihan badminton lagi”

“Ha? Cuma sampai jam 10? Nggak full dong pelajarannya?”

“Iya mas, begitulah. Tapi saya mantab memilih jalur ini kok. Lha pelajaran sekolah umum saja yang sudah merasa bodoh, kalau gagal jadi atlet, mau jadi apa saya nanti? Makanya saya harus berhasil disini”

Jleb…

Curcol dik Wulan begitu menohok. Begitulah ralita hidup ini. Anak sekecil itu sudah dihadapkan pada pilihan besar yang akan menentukan nasibnya kelak. Dan dia sudah menentukan pilihannya. Kita doakan semoga atlet-atlet bulutangkis Indonesia semakin berjaya di masa mendatang. Kembali merajai Asia, bahkan dunia. Amin!

Cari Hotel Murah Di Kudus?

Hall of Fame PB Djarum Kudus

Hall of Fame

16 thoughts on “Kunjungan Satu Jam di PB Djarum Kudus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s